Pengemudi Bluebird Group Terima Vaksinasi Tahap Kedua

  • Whatsapp

Bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan dan Dinas Kesehatan DKI Jakarta, PT Blue Bird Tbk telah melaksanakan vaksinasi tahap kedua kepada 1500 orang, yang terdiri dari lansia dengan KTP maupun berdomisili di DKI Jakarta dan pengemudi Bluebird Group.

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari lalu (20-21 Maret) di Pool Bluebird Mayjen Sutoyo, Jakarta Timur merupakan langkah ini dilakukan oleh PT Blue Bird Tbk sebagai kepedulian perusahaan terhadap lansia, serta mendukung pemerintah guna mempercepat proses vaksinasi sekaligus menjadi semangat baru bagi pengemudi Bluebird Group dalam memberikan layanan mobilitas terbaik kepada masyarakat.

Bacaan Lainnya

Pasca vaksinasi dosis pertama maupun kedua, pengemudi Bluebird Group langsung diarahkan untuk kembali ke tempat peristirahatan masing-masing. Hal ini dimaksudkan agar pengemudi dapat beristirahat dan mendapatkan fisik yang prima keesokan harinya dalam melayani para pengguna jasa Bluebird Group.

Hamdan, pengemudi Bluebird usai menerima vaksintahap dua ini mengutarakan pengalamnanya,“Rasa antusiasme saya untuk mengikuti program vaksinasi tumbuh sejak awal mengetahui bahwa perusahaan sedang melakukan pendataan calon penerima vaksin. Pada saat pelaksanaan, prosesnya sangat tertata dan cepat mulai dari registrasi, cek tensi, dan vaksinasi. Setelahnya, kita harus menunggu 30 menit untuk observasi.”

Hamdan

Tito, pengemudi Silverbird bercerita sedikit kendala yang dialami pada saat proses vaksinasi dosis pertama, karena tensinya sempat melebihi batas yang dianjurkan. Ia mengatakan hal tersebut terjadi karena gugup.

“Saya sempat gugup saat pertama kali akan menerima dosis pertama vaksin. Saat mengetahui tensi saya tinggi, petugas langsung mengarahkan saya ke tenda dan membantu saya menenangkan diri. Berbekal semangat untuk memberikan layanan terbaik dan dukungan dari petugas, setelah dua kali 15 menit saya menunggu dan cek tensi ulang, tensi saya kembali normal dan dapat berlanjut ke proses penyuntikan vaksinasi,” ujar Tito.

“Proses vaksinasi dosis kedua berjalan lancar, tensi saya normal. Saya tidak lagi gugup saat menerima dosis vaksin kedua. Dan syukur Alhamdulillah, hingga 4-5 hari setelah menerima vaksin dosis kedua, kondisi tubuh saya tetap fit dan tanpa gejala berarti,” tambah Tito.

Hamdan dan Tito sependapat, mereka merasa bertanggung jawab untuk menjadi komunikator dalam menjelaskan program vaksinasi kepada masyarakat agar masyarakat semakin memahami proses vaksinasi. Selain itu menurut mereka, vaksinasi bukan akhir dari penerapan protokol kesehatan.

Tito

Pos terkait