Mengintip Si Kembar Tidak Identik Royal Enfield

  • Whatsapp

Royal Enfield menggelar kegiatan riding “Weekend Rush” secara eksklusif yang hanya diikuti oleh pengguna Interceptor dan Continental GT 650 untuk melepas kepenatan dari rutinitas, acara ini juga bertujuan membangun ikatan komunitas yang lebih kuat, serta mengenal lebih dekat pacuannya.

Keberangkatan dimulai dari flagship store Royal Enfield di Pondok Indah, menuju Bintaro untuk menikmati sesi kopi sore, lalu berakhir bersantai di kawasan pantai Ancol menikmati sunset.

“Di Royal Enfield, kami berkomitmen untuk selalu menghadirkan pengalaman pure riding kepada para pengguna dan penggemar. Sejak diperkenalkan di Indonesia pada tahun 2019, Royal Enfield Twins telah mendapatkan sambutan hangat dari para penggemar otomotif. Continental GT 650 memiliki karakter cafe racer yang otentik, sementara Interceptor 650 adalah roadster klasik modern yang menyenangkan – sehingga kedua motor ini menggabungkan elemen terbaik dari dua dunia,” jelas Vimal Sumbly, Head of International Business APAC, Royal Enfield.

Secara visual, Interceptor dan GT 650 memang saudara kembar. Perbedaan keduanya terlihat dari bentuk motor. Interceptor INT 650 terinspirasi oleh Royal Enfield Interceptor tahun 60-an yang menjadi ikon di Amerika, West Coast, dan California dengan narasi zaman saat itu: glamor, bermandikan sinar matahari sesuai gaya hidup pantai California, menarik, serbaguna, gesit, dan tidak mengintimidasi.

Interceptor dengan tampilan roadster klasik menghadirkan kesan santai, riang dan berjiwa muda – menawarkan perjalanan yang menarik dengan pengendalian yang gesit dan responsif.

Sedangkan Continental GT hadir sebagai penghormatan bagi para cafe racer tahun 1950-an dan 1960-an – dengan penggunaan jok tunggal, tangki bahan bakar yang dipahat, dan stang jepit untuk nuansa balap yang lebih kental.

 

Motor ini menawarkan posisi berkendara bergaya pebalap yang condong ke depan memberikan posisi berkendara yang mantap, stang clip-on, footpeg set di belakang. Estetika cafe racer tetap terlihat otentik tanpa mengorbankan kenyamanan sehari-hari.

Sama-sama mengusung desain era 1960-an, keduanya ditenagai mesin dua silinder 650 cc dengan 47 horsepower pada performa puncak 7.250 rpm, serta maksimal 52Nm torsi pada 5.250 rpm. Keunggulan si kembar adalah  80% dari torsi tertinggi sudah bisa dirasakan sejak 2.500 rpm, sehingga laju motor terasa lebih halus dan mengurangi getaran.

“Bagi saya, Royal Enfield Interceptor sangat menyenangkan untuk dinaiki. Posisi berkendara sangat nyaman dan motor ini bahkan mampu bersaing dengan motor bertenaga lebih tinggi. Alasan lain mengapa saya memutuskan untuk memiliki Royal Enfield Interceptor adalah karena harganya yang terjangkau, terutama mengingat mesinnya sudah mencapai 650cc,” kata Ipang, pemilik Royal Enfield Interceptor yang ikut serta dalam perjalanan Weekend Rush.

Perbedaan Royal Enfield Interceptor dan Continental GT

 
  Interceptor 650 Continental GT 650
Tanki bensin 13,7 litre 12,5 litre
Berat 202 kilogram 198 kilogram
Dimensi 2.122 mm x 1.165mm x 789mm 2.122mm x 1.024 mm x 744mm
Tinggi jok 804 mm 793 mm
Warna cat tangki ●        Mark three (hitam)

●        Glitter & dust (chrome)

●        Orange crush (oranye)

●        Ravishing red (hitam-merah)

●        Silver spectre (perak)

●        Baker express (putih-merah)

 

●        Black magic (hitam)

●        Ventura blue (biru)

●        Mister clean (chrome)

●        Mayhem (hitam-perak)

●        Ice Queen (putih-abu)

Harga Mulai dari Rp 205.700.000 Mulai dari Rp 216.900.000