PPMKI Rayakan Ulang Tahun Ke-41, Kenalkan Website dan Aplikasi Online

  • Whatsapp

Gelar peringati hari jadinya ke-41 tahun, Perhimpunan Penggemar Mobil Kuno Indonesia (PPMKI) di Jakarta (13/11) diselenggarakan bertempat di kediaman Imam Effendi sebagai salah satu pendiri dan sesepuh PPMKI mengikuti protokol kesehatan mulai dari pemakaian masker, menjaga jarak dan menyediakan hand sanitizer dan tempat cuci tangan. Bagi para anggota yang tidak bisa mengikuti prosesi secara langsung, diselenggarakan livestream menggunakan aplikasi Zoom, dihari istimewanya PPMKI juga kenalkan website dan aplikasi online untuk para anggotanya.

Bacaan Lainnya

“Sesuai arahan pembina, acara ulang tahun ini diselenggarakan secara sederhana saja, tidak perlu berkumpul banyak-banyak,” Kata Ronny Arifuddin, Ketua Umum PPMKI ketika membuka acara syukuran. Beberapa tokoh yang hadir antara lain Ronny Arifuddin sebagai Ketua Umum PPMKI, digital forensic analyst Ruby Alamsyah yang juga Ketua PPMKI Pengurus DKI Jakarta. Serta pembina PPMKI seperti Hartawan “Hauwke” Setjodiningrat, Roy Suryo, Komjen Pol (Purn) Dwi Prayitno, Anton Suleiman dan Bambang RE.

Prosesi dimulai dengan sambutan Ketua Umum serta para Pembina dilanjutkan pemaparan website www.ppmki.id dan aplikasi PPMKI yang dapat di download untuk gadget Android melalui Google Play. Melalui platform ini, anggota baru dapat mendaftar secara online, selain itu platform ini berfungsi sebagai tempat sharing informasi, berita dan juga kegiatan para anggota.

“Website dan aplikasi semuanya terintegrasi, diharapkan apabila para anggota sudah menggunakan platform ini, mereka bisa membagi informasi tidak hanya di daerah mereka tetapi juga secara nasional” Kata Ruby yang memimpin tim perancangan platform.

Berdiri pada tanggal 13 November 1979 setelah pertemuan pertama digelar di rumah Bapak Imam Effendi yang diprakarsai oleh Solihin GP dan beberapa orang lainnya, PPMKI tercatat sebagai organisasi khusus mobil klasik pertama dan tertua di Indonesia.

PPMI juga perkenalkan model Kartu Tanda Anggota bekerjasama dengan Bank Mandiri dengan desain memungkinkan personalisasi seperti foto anggota dan siluet kendaraan. Puncak perayaan ultah ditutup dengan doa bersama dan penyerahan sumbangan kepada Yayasan Rindang Indonesia.

Salah satu pembina PPMKI Hauwke berharap generasi selanjutnya dapat mengikuti falsafah pendiri PPMKI Solihin GP, “Manusia itu tidak boleh konsumtif, harus produktif. Lihat barang rusak itu dibetulin jangan dibuang” Kata Hauwke menirukan perkataan Solihin GP, pendiri PPMKI.

“Saya berpesan pada teman-teman, jangan lupa PPMKI itu merestore mobil tua, bukan mengoleksi. Dengan merestorasi kita memegang alat sendiri sehingga tidak takut mogok atau rusak” tambah pria yang pernah berkeliling dunia dengan Land Cruiser ini.

Pos terkait