Pemerintah Akan Terapkan Pajak Mobil Baru 0 Persen?

  • Whatsapp

Pemerintah terus mengupayakan peningkatan industri otomotif, seperti yang sedang diusulkan oleh Kementerian Perindustrian terkait relaksasi pajak pembelian mobil baru sebesar 0 persen atau pemangkasan pajak kendaraan bermotor (PKB).

Bacaan Lainnya

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita di Jakarta, mengatakan  pihaknya sudah mengusulkan kepada Menteri Keuangan untuk relaksasi pajak mobil baru 0 persen sampai bulan Desember 2020. Pemangkasan pajak pembelian mobil baru tersebut untuk  mendongkrak daya beli masyarakat sekaligus memulihkan penjualan produk otomotif yang tengah turun selama pandemi.

Menperin mengungkapkan, aktivitas industri otomotif memiliki multiplier effect yang luas, mulai dari penyerapan tenaga kerja yang besar hingga memberdayakan pelaku usaha di sektor lainnya. Mempunyai turunan begitu banyak. Ada tear 1, tear 2 yang begitu banyak.

“Oleh karena itu, kami berharap relaksasi pajak tersebut bisa segera dijalankan agar bisa memacu kinerja industri otomotif di tanah air dan pemulihan ekonomi nasional,” ujarnya.

Sebelumnya, relaksasi pajak pembelian mobil baru sempat digaungkan Direktur Administrasi, Korporasi, dan Hubungan Eksternal PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) Bob Azam. Menurutnya, industri otomotif saat ini butuh stimulus dari pemerintah agar terjadi peningkatan daya beli.

“Kami harapkan ada tax deduction untuk menstimulus daya beli, tapi tax deduction ini yang tidak mengurangi pendapatan pemerintah. Harapan kita ada di pajak daerah, kalau pajak bisa diturunkan, jumlah yang dijual bisa naik,” ungkap Bob Azam.

Sebagai informasi, masyarakat yang membeli mobil dikenakan pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) yang ditetapkan dalam Peraturan Pemerintah (PP) nomor 73 tahun 2019, yakni sebesar 15-70% untuk kendaraan bermotor angkutan orang. Besaran tarif disesuaikan dengan jumlah maksimal muatan setiap kendaraan, dan isi silinder.

Pos terkait