Wuling Indonesia Eksport Chevrolet Captiva

  • Whatsapp

image_40859_PT SGMW Motor Indonesia (Wuling Motors) meresmikan ekspor perdana Wuling Almaz dalam bentuk Completely Built Up (CBU) mobil ini dikirim dengan mengubah merek Wuling Almaz menjadi Chevrolet Captiva. Pengiriman unit ekspor perdana ini dilakukan ke Thailand, Brunei Darussalam, dan Fiji. Volumenya mencapai 2.600 unit hingga akhir Desember tahun ini.
Xu Feiyun selaku President Wuling Motors mengatakan “Wuling Almaz yang dikirim ke Thailand akan berubah nama menjadi Chevrolet Captiva. Dengan spesifikasi yang sama dengan Wuling Almaz yang ada di Indonesia,” papar Feiyun. Ia  menambahkan dimulainya kegiatan ekspor ini turut membuktikan bahwa produksi anak bangsa Indonesia mampu bersaing di tingkat mancanegara.
Sejak diresmikan pada 11 Juli 2017, Wuling terus melakukan produksi berbagai lini andalannya hingga mencapai angka lebih dari 30.000 unit yang telah sampai ke tangan konsumen Indonesia. Tercatat ada empat model kendaraan yang dibuat di pabrik Wuling, yaitu seri Confero yang merupakan MPV pertama Wuling, seri Cortez yang bermain di segmen Medium MPV, Formo untuk pasar Light Commercial Vehicle, serta Almaz, Smart Technology SUV.
Dengan mengaplikasikan ‘Global Manufacturing System’ (GMS), Wuling memastikan bahwa pabriknya berkompeten untuk mencapai efisiensi proses produksi dan menghasilkan produk berkualitas tinggi yang dapat bersaing di tingkat internasional. Pabrik Wuling sendiri didukung oleh empat fasilitas produksi yang terintegrasi dengan supplier park yang berada di dalam satu kawasan seluas 60 hektar.
image_40861_
Fasilitas tersebut terdiri dari Press Shop, area untuk memproduksi komponen rangka dan bodi melalui proses stamping yang canggih. Body Shop yang dirancang untuk menyatukan seluruh komponen rangka dan bodi dengan proses welding yang akurat. Kemudian ada Paint Shop untuk mengecat seluruh bodi mobil yang memenuhi syarat dengan teknologi cat terdepan. Terakhir, General Assembly yang dirancang untuk merakit seluruh komponen mobil,yang dilengkapi dengan sistem untuk mendeteksi kualitas produk.
Selain didukung dengan fasilitas yang lengkap, pabrik Wuling juga mengusung teknologi modern. Mulai dari Press Shop yang dilengkapi dengan sistem robotik yang berkapasitas average 8 Strokes per Minute (SPM). Untuk menyatukan beragam komponen, di Body Shop digunakan proses welding dengan pengukuran 3-dimensi melalui Coordinate Measuring Machine (CMM). Proses selanjutnya adalah painting (pengecatan) yang mengaplikasikan proses 3C1B (3-coat 1-bake). Kemudian, proses perakitan pun diakhiri dengan General Assembly dan Vehicle Quality Test (Static dan Dynamic Test), untuk memastikan setiap komponen terpasang berfungsi dan produk pun telah memenuhi standar.
“Dengan sinergi kecanggihan teknologi pabrik, standar Global Manufacturing System, dan sumber daya manusia yang unggul, kami akan memperluas ekspor ke negara tujuan lainnya dan terus berkontribusi lebih untuk Indonesia,” tambah Xu Feiyun.

Pos terkait