Xenia Tetap Tak Tertandingi

  • Whatsapp

image_37544_
Manajemen Daihatsu memang belum merilis secara resmi angka penjualan Xenia sejak diluncurkan pada 15 Januari 2019 lalu. Sebab, peluncuran Xenia terbaru tidak dilakukan secara serentak di sejumlah daerah. Seperti Jakarta dan sekitarnya dilakukan pada 15 Januari, sedangkan kawasan Sumatera digelar pada 18 Januari 2019, lalu Balikpapan dan Samarinda sekitarnya dilakukan pada 24 Januari, sedangkan Makassar dan sekitarnya baru diluncurkan 4 Februari lalu.
Namun, informasi yang beredar di kalangan jurnalis, total pemesanan kendaraan dalam 15 hari pertama, atau hingga akhir Januari 2019 lalu, sudah melebihi rata-rata penjualan bulanan Xenia model sebelumnya.
Hendrayadi menyatakan, dalam waktu dekat pihaknya akan merilis angka penjualan itu ke publik. Namun, dia optimistis, target 3.000 unit per bulan sudah terlampaui hingga akhir bulan ini.
Menurutnya, animo masyarakat lumayan tinggi, untuk varian terbaru 1.500 cc yang diperkirakan hanya terjual 10 persen dari total jualan Xenia, ternyata bisa tercapai di atas 10 persen.
“Angka 10 persen ini hanya periode launching. Nanti kita lihat responnya, kalau bagus, akan kita tambah. Total target penjualan Xenia terbaru rata-rata 3.000 unit, atau naik dari rata-rata sebelumnya sekitar 2.500 unit. Jadi yang 1.500 cc kami targetkan sekitar 300 unit, memang tidak terlalu besar,” papar dia. Diakui, animo masyarakat tinggi karena harga Xenia tidak naik dari model sebelumnya. Padahal, logikanya, kata dia, dengan adanya desain baru, tentu ada biaya pengembangan. Belum lagi, setiap Januari, tanpa ada perubahan desain pun, pasti harga otomotif naik, karena ada perubahan harga Bea Balik Nama (BBN) yang dikeluarkan pemerintah.
Jadi logikanya, kata Hendrayadi, semestinya ada dua kenaikan. “Tetapi kita lihat kondisi pasar. Walaupun Daihatsu dan Toyota market leader, pasar terus berkembang, pemainnya makin banyak, ada tujuh pemain di segmen MPV ini yang tadinya hanya dua pemain. Mau tidak mau, semuanya rebutan kue. Jadi persaingan pasar ketat, makanya kami pakai strategi tidak menaikkan harga,” tuturnya.
Xenia terbaru hadir dalam 10 varian itu dijual dengan harga terendah Rp 183,35 juta hingga tertinggi Rp 228,95 juta. Varian terbaru 1.500 cc harganya terpaut lebih murah sekitar Rp 10 juta dari saudara kembarnya, Avanza Veloz. Sebagai contoh, Grand New Xenia 1.5 R Deluxe transmisi manual dijual Rp 218,05 juta sedangkan transmisi matik Rp 228,95 juta. Tipe Avanza Veloz R manual dijual Rp 227,65 juta dan matik Rp 239,45 juta.
Saat peluncuran 15 Januari lalu, Deputy Chief Executive PT AI-DSO Supranoto mengatakan, Xenia sudah hadir di pasar otomotif nasional selama 15 tahun dengan segmen konsumen yang sudah jelas dan kuat. Makanya ia menampik jika kehadiran Xenia terbaru untuk membendung penetrasi produk kompetitor yang berusaha mendominasi pasar low MPV.
Ia yakin Xenia bisa diterima dengan baik oleh masyarakat Indonesia. Apalagi telah terbukti keistimewaannya dan keandalannya selama 15 tahun berkiprah di Tanah Air. Berdasarkan data penjualan ritel, sepanjang 2018 lalu, penjualan Xenia rata-rata sekitar 2.500 per bulan.
Sepanjang 2018, dari total penjualan ritel Daihatsu sebanyak 200.178 unit, Sigra menempati posisi teratas dengan penjualan 50.682 unit atau memberi kontribusi 25,3%. Posisi kedua dipegang Gran Max Pick Up yang terjual 42.250 unit atau 21,1%, dan tempat ketiga diisi Xenia dengan total penjualan 30.418 unit atau memberi kontribusi 15,19%.
Hendrayadi mengatakan, pesaing Xenia memberikan fitur-fitur yang lebih banyak. “Fiturnya berlimpah dan harga murah adalah strategi yang diterapkan para pendatang baru. Mereka memang harus melakukan itu. Tetapi orang Indonesia memilihnya tidak sekadar dari fitur. Banyak yang menjadi pertimbangan, dengan duit terbatas, mereka akan berpikir bagaimana saat dijual lagi. Mereka tidak silau fitur atau pemanis sehingga mudah pindah brand,” tutur Hendrayadi.
Dalam membeli mobil, konsumen masih memikirkan kelebihan lain yang memang dimiliki Daihatsu Xenia seperti resale value, kemudahan perawatan atau after sales, kemudahan mendapatkan spare parts. Yang terpenting, Xenia sudah teruji ketangguhannya,” ujarnya.