Dua Mobil Tiongkok Masuk Nominasi FORWOT Car of the Year 2018

  • Whatsapp

image_35866_Finalis-FORWOT-Car-of-The-Year-2018Forum Wartawan Otomotif Indonesia (FORWOT) akan menggelar acara tahunan penghargaan bergengsi FORWOT Car of the Year (FCY) 2018 yang akan berlangsung pada hari Jumat, 28 September 2018, di Jakarta. Pada tahun ini, FORWOT Car of the Year berhasil menghimpun 23 varian mobil baru  dari dan penambahan varian dari pabrikan asal Jepang, Korea, Amerika, Tiongkok dan Eropa.
FORWOT Car of the Year merupakan pemilihan mobil terbaik yang dilakukan oleh para jurnalis otomotif yang bernaung di bawah payung Forum Wartawan Otomotif Indonesia (FORWOT) yang telah dilaksanakan sejak  tahun 2009.
Kriteria penjurian meliputi Design, Comfort, Safety, Economy, Handling, Performance, Functionality, Enviromental Requirement, Driver Satisfaction, dan Price untuk menilai 23 model baru yang meluncur pada periode bulan Agustus 2017 – Juli 2018. FORWOT memilih lima mobil terbaik untuk kemudian disaring menjadi lima finalis dan nantinya akan dipilih kembali oleh satu panel juri berdasarkan voting. Tiap juri akan diberikan 25 poin yang didistribusikan pada para finalis.
“Jumlah mobil baru yang masuk kategori penilaian turun dari 32 model pada tahun 2017 lalu menjadi hanya 23 model pada tahun ini. Hal tersebut menunjukkan kondisi pasar Indonesia yang masih kurang bergairah,” papar Wakil Ketua Umum FORWOT Zainal Abidin.
Dalam penilaian tahap pertama melibatkan seluruh anggota Forwot dan hasilnya, mayoritas suara menjatuhkan pilihan pada lima model (berdasarkan abjad) yaitu: DFSK Glory 580, Mitsubishi Xpander, Suzuki Ertiga, Toyota Rush, dan Wuling Cortez. Untuk pertama kalinya dua brand asal Cina DFSK dan Wuling masuk dalam daftar finalis. Selanjutnya, penjurian FORWOT Car of the Year 2018 akan memasuki tahap menentukan satu mobil terbaik
“Pada FORWOT Car of the Year 2018 kami melibatkan partisipasi seluruh anggota FORWOT untuk memberikan penilaian, tidak hanya terbatas pada panel juri. Hal ini diharapkan bisa memberikan penilaian yang lebih beragam dan komprehensif,” jelas Ketua Dewan Juri, Raju Febrian.

Pos terkait