GIIAS 2018 Menjadi Tonggak Penerapan EURO 4 di Indonesia

  • Whatsapp

image_35036_unnamed-1GIIAS – Pada pidato peresmian GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2018, mendampingi Presiden Republik Indonesia Ir Haji Joko Widodo, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menyatakan bahwa industri otomotif Indonesia memiliki peran besar terhadap roda ekonomi Indonesia.  “Industri otomotif Indonesia adalah salah satu industri andalan yang memiliki peran besar terhadap roda ekonomi Indonesia.  Industri otomotif Indonesia juga merupakan salah satu industri yang menjadi jendela untuk menunjukkan kemampuan dan potensi Indonesia kepada dunia.”
Ia melanjutkan, “Perkembangan industri otomotif adalah salah satu yang selalu positif, dan mendukung pemerintah.Termasuk peraturan pemerintah No. 20/2017 tentang Penerapan Baku Mutu Emisi Gas Buang Kendaraan Bermotor yang akan secara resmi diimplementasikan pada Oktober 2018.”
Airlangga menjelaskan bahwa Kementerian perindustrian sangat menghargai dukungan yang diberikan industri otomotif dalam mendukung kebijakan pemerintah, sehingga pemerintah merasa penting untuk memberikan apresiasi kepada industri otomotif dalam negeri yang di wakili oleh GAIKINDO.
Dalam rangkaian acara pembukaan GIIAS 2018 ini, Airlangga juga menyampaikan pentingnya implementasi Euro4.  “Kami ingin menggaris bawahi pentingnya implementasi Euro4, bukan hanya untuk mendukung perkembangan industri otomotif, penerapan Euro4 akan membuktikan kesiapan kita berkomitmen untuk mendukung terwujudnya Indonesia yang minim polusi dan implementasi Euro4 akan menempatkan Indonesia memasuki standar dunia global.”
Euro4 adalah sebuah standar baku emisi gas buang kendaraan bermotor. Tujuan utama dibuatnya Standard Emisi Gas buang Euro adalah untuk mengurangi dampak polusi udara yang bersumber dari gas buang kendaraan bermotor. Saat Indonesia mengumumkan bahwa mulai Oktober 2018 mengadopsi Standard Emisi Gas Buang Euro4, maka di Asia hanya tinggal 2 (dua) negara yang masih menggunakan standard emisi gas buang Euro II, sedangkan sebagian besar negara-negara didunia sudah mengadopsi standard Emisi Gas Buang Euro III, IV atau yang lebih tinggi.