Test Ride Suzuki NEX II, Skutik Kawula Milenial Kompak, Gesit dan Irit

  • Whatsapp

image_34717_IMG-20180711-WA0034Suzuki – Muncul pertama pada ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) 2018, Suzuki NEX II terus menjalani serangkain prosesi dan program menarik untuk masyarakat. Kali ini PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) mengajak 20  wartawan  dari beragam media di jakarta guna merasakan performa skutik entry level Suzuki. SIS menyediakan semua varian NEX II untuk dirasakan oleh para awak media di sekitaran Jakarta Selatan.

Seperti di paparkan Banggas Pardede, Manager Marketing 2W PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) Pardede, test ride dengan tema City Rding bertujuan untuk mengekplorasi performa dari Suzuki NEX II ini sebagai kendaraan penunjang aktifitas keseharian di Jakarta. AutorevIndonesia.com terdaftar di grup kedua acara uji tunggang dengan  pemilihan rute di kawasan selatan Jakarta hingga Tangerang dengan jarak sekitar 50 Km. Langsung terbayang keruwetan lalu lintas selatan Jakarta yang sedang dilakukan pembangunan infrastruktur.

Bacaan Lainnya

Mendapat unit varian paling standar, tidak dilengkapi fitur soket pengsisi daya gawai. Kesan pertama duduk disadel terasa kurang lebar desainnya. Kebayang jika berkendara cukup lama. Keuntungan desain sadel model begini memberikan kemudahan keleluasan kaki pengendara dikala macet, apalagi dengan tambahan desain dek yang cukup lebar, posisi stang masih ergonomis untuk kebanyakan postur orang Indonesia.

Dengan ‘dimensi’ rider aotorevindonesia tinggi 162cm dan berta 52kg masih terasa nyaman memegang bantang kemudi. Komposisi pas rancangan ini terasa nyaman saat menikmati kemacetan di sekitar arah Lebak Bulus. Pattern sadel menyokong posisi berkendara tetap nyaman meski kaki bergantian menjejak aspal.

Dari posisi berkendara, rancangan spion lebar seperti khas kepunyaan ‘pabrikan sebelah’ memberikan keuntungan bidang sudut pandang yang luas. Meskipun secara desain terlihat jadul, namun memberikan sumbangan keamanan saat berkendara. Rancangan sederhana kluster speedometer dengan latar perpaduan warna cerah terlihat komunikatif dengan pengendara, sekali lirik informasi langsung tersampaikan.
Sedikit kesulitan jika menganalisa lampu indikator tanda belok kare

na penunjuk belok kiri dan kanan menyatu. Perlu waktu untuk beradaptasi. Sedangkan penempatan saklar starter , sein, dan klakson terlihat klasik memberikan keuntungan, begitu duduk di sadel secara otomatis naluri pengendara sudah langsung berdaptasi.

Suara starter terdengar halus, beda sama skutik generasi awal ‘pabrikan sebelah’ yang bikin kaget saat distarter. Suara mesin terasa halus saat merambat menyapa indera pendengar. Putaran gas terasa enteng saat dipelintir, pada rpm rendah terasa putaran mesin khas skutik keluaran Suzuki, sesuai kapasitas mesinnya, terasa sedkit kurang ‘nendang’, berbeda saat bermain di rpm menengah mesin cepat memberikan stimulus dari pelintiran grip gas. Kondisi ini tentunya sudah diperhitungkan oleh Suzuki sesuai dengan market yang disasar dimana NEX II menjadi pilihan kendaraan pertama pendamping mobilitas yang aman, hemat dan keren.

image_34721_IMG-20180711-WA0036
‘Kloter’ kedua memulai perjalanan dari Kemang Raya menuju Antasari dilepas oleh Yohan Yahya GM Sales & Marketing 2W PT SIS, rombongan melintasi TB Simatupang yang diwarnai kemacetan khas selatan Jakarta. Disini skutik yang menyasar anak muda milenial ini terasa lincah meliuk diantara mobil yang terjebak kemacetan. Dimensi motor imut dan kompak disokong komposisi perbandingan sumbu roda pas memberikan dukungan kemudahan saat diajak bermanuver. Gesit. Sayang, posisi spion yang sejajar dengan mobil MPV pengendara kudu ekstra waspada.

Saat lalu lintas terasa lengang, mencoba melintir grip gas lebih dalam untuk mencoba lari NEX II. Sedikit catatan dengan displasemen mesin diangka 115cc terasa kurang greget saat dajak lari menyalip mobil dari posisi kecepatan 50kpj.  Meminjam istilah anak muda sekarang yaa 11-12 kondisi performamnya dengan pabrikan tetangga.

Jadi perlu perhitungan ekstra saat akan mendahului kendaraan didepannya. Jalur yang diwarnai kemacetan juga tidak memungkinkan untuk mencari angka kecepatan tertinggi. Saat melintas di kawasan Pondok Cabe yang diwarnai tikungan, NEX II terasa lincah mengikuti alur belokan. Tidak terasa ada gejala limbung.
image_34715_IMG_20180711_113158
Daya kerja suspensi saat berkendara di lintasan medan mulus memberikan kenyamanan berkendara. Berbeda ketika mellintasi ‘polisi tidur’ getaran pada stang sangat terasa. Perlu kewaspadaan ekstra saat melibas ‘polisi tidur’ pada kecepatan tinggi, seperti diketahui cara buatnya banyak yang tidak memperhitungkan ketinggian dan sudut elevasinya. Daya redam supensi belakang terasa kurang kinerjanya kurung mumpuni menopang bobot 52 kg ketika melindas ‘polisi tidur’.

Namun ketika mendenganr komentar rekan wartawan dengan bobot sekitar 75kg suspensi terasa nyaman. Pemilihan tingkat kekerasan suspensi tentu sudah dipertimbangkan Suzuki, seperti umumnya pengguna skutik kebanyakan menjadikan kendaraan multi fungsi.

Dari sisi semua fitur menjadi perlengkapan pada unit standar yang diuji  jalan sudah cukup memenuhi  pendukung mobillitas kawula muda milenial beraktifitas. Kompartemen depan pada sisi kiri cukup menampung botol ukuran 600ml, meskipun desainnya kurang dalam. Disisi sebelahnya bisa untuk menempatkan benda dengan ukuran kecil seperti koin. Gantungan pada sisi  membantu untuk menempatkan barang bawaan. Dibalik jok kita bisa menempatkan jas hujan atau jaket.

Satu yang mengesankan adalah konsumsi BBM. Dari kawasan Kemang hingga  BSD jarum penunjuk bensin masih nempel di huruf F. “Sesuai hasil pengujian secara internal Suzuki, konsumsi BBM Nex II adalah untuk  liter bisa menempuh jarak 49km,” ungkap Banggas.

NEX II hadir dengan kombinasi performa mesin, desain dan penyematan fitur sudah mencukupi untuk menjatuhkan pilihan sebagai kendaraan keseharian para kaum urban. Dengan tawaran harga terjangkau dikelasnya, desain rancangan bodinya nan kompak memudahkan bermanuver ‘menikmati’ kemacetan metropolitan sehingga Anda terlihat keren dengan cara baru.

Pos terkait