Bosch Jalin Kerjasama dengan Kementerian Perhubungan jalankan Kampanyekan Keselamatan di Jalan

  • Whatsapp

image_33184_Foto-1Bosch– perusahaan penyedia  teknologi dan layanan global terkemuka, hari ini menandatangani Nota Kesepahaman dengan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, untuk berkolaborasi dalam aktivitas penguatan kesadaran masyarakat akan pentingnya keselamatan di jalan raya serta penyelenggaraan kegiatan edukatif bersama. Tujuannya, peningkatan pemahaman masyarakat tentang manfaat teknologi keselamatan kendaraan dalam mendukung keselamatan di jalan raya Indonesia.
Setiap tahun, lebih dari 1,2 juta nyawa terenggut di jalan raya seluruh dunia. Sementara di ASEAN, World Health Organization memperkirakan bahwa sekitar 120.000 orang yang meninggal dunia akibat kecelakaan di jalan raya per tahunnya – meski secara resmi hanya 63.000 korban yang dilaporkan. Khusus di Indonesia, jumlah kecelakaan di jalan raya yang mengakibatkan kematian mencapai 26.000 jiwa – lebih dari 60% di antaranya melibatkan pengendara motor.
Pada 2011, pemerintah Indonesia telah mengumumkan Rencana Umum Nasional Keselamatan dengan target pengurangan jumlah kecelakaan fatal hingga 50% di 2020 mendatang. Salah satu pilar aksi dalam rencana nasional tersebut adalah memastikan seluruh kendaraan di Indonesia dilengkapi teknologi yang dapat melindungi pengendara dan pengguna jalan lainnya dari kecelakaan. ”Bagi Bosch, setiap kematian yang terjadi akibat kecelakaan di jalan raya sangatlah disayangkan,” ujar Andrew Powell, managing director Bosch di Indonesia. “Kami percaya, implementasi teknologi keamanan kendaraan modern seperti ABS dan ESP dapat membantu mengurangi jumlah kecelakaan yang terjadi di Indonesia.”
Mobilitas bebas kecelakaan melalui teknologi keamanan kendaraan
Selama beberapa dekade, Bosch terus melakukan pemutakhiran teknologi berlandaskan visi berkendara bebas kecelakaan. Anti-Lock Braking System (ABS) pertama di dunia untuk mobil penumpang – sebuah teknologi yang dapat mencegah roda mobil mengunci pada kondisi pengereman darurat, telah dikembangkan pada 1978. Inovasi ini memungkinkan pengendara untuk menjaga kontrol kemudi dan pada situasi tertentu dapat memperpendek jarak pengereman tanpa tergelincir.
 
Pada 1995, Bosch mengembangkan teknologi ABS dengan menghadirkan Electronic Stability Program (juga dikenal dengan ESP atau ESC) pertama di dunia, yang saat ini terpasang di 64% mobil terbaru di seluruh dunia. Di Eropa saja, hingga saat ini  ESP telah menyelamatkan lebih dari 8.500 nyawa dan mencegah lebih dari seperempat juta kecelakaan lalu lintas.
Berfokus pada kendaraan roda dua, Bosch juga telah mendemonstrasikan ABS 10 untuk motor di ajang Indonesia Motorcycle Show (IMOS) pada 2016 lalu. ABS 10 hadir dengan ukuran yang lebih kecil dan ringan, serta didesain khusus untuk pasar ASEAN. “Mengusung visi berkendara bebas kecelakaan, solusi teknologi terdepan dari Bosch dapat membantu menciptakan perubahan dalam peningkatan keselamatan pengguna jalan raya di Indonesia,” tutup Andrew.

Pos terkait