Kawasaki W175, Motor Klasik Untuk Berkendara Asik

  • Whatsapp

image_31748_PT Kawasaki Motor Indonesia (KMI) mengajak media untuk menjajal sepeda motor terbarunya Kawasaki W175 di kawasan Rainbow Hills, Bogor Jawa Barat (29/11).  “Test ride kali ini merupakan kesempatan pertama di dunia bagi reken-rekan untuk mencoba Kawasaki produk global W175,” ungkap Michael Tjandra Tanadi, Deputy Head Sales and Promotion Department PT KMI, dalam sambutannya sebelum melepas ‘kloter’ pertama.
Test ride jarak pendek  meneluri jalanan di komplek Rainbow Hills dibagi menjadi dua sesi. Pertama berkendara bersma untuk memahami karakter sepeda motor dan lintasan yang dikawal dari pihak KMI sedangkan sesi kedua waktunya untuk eksplorasi W175lebih jauh.
Sambil menunggu giliran, terlintas dalam pikiran  autorevindonesia.com mengapa dilakukan di Rainbow Hills? Meskipun sudah gak terhitung melintasi daerah ini kalau sedang riding ke Puncak, ternyata terjawab dengan sendirinya setelah menjajal performa si klasik yang baru saja lahir dua pekan lalu di Ancol, Jakarta Utara.
image_31796_
Saat pertama mendapat sodoran W175, usai menelisik rancang bangun model yang sedang naik daun, beberapa bagian cukup menyita perhatian. Pertama komponen pengereman, meskipun bagian depan sudah dibekali model cakram, melihat ukurannya yang terlihat imut dibandingkan model Kawasaki lainnya, sementara bagian belakang masih menganut model teromol yang nampak kurang terlihat besar. Kedua desain tuas porsneling model ungkit. Ketiga , indikator bahan bakar. Tapi hasil investigasi sementara tidak membuyarkan semangat menjajal motor yang sudah dipesan lebih dari 1.500 unit lebih sejak tanggal peluncuran , 18 November lalu. Justru sebaliknya,ingin segera mencoba kenapa desainnya seperti itu?

Usai menggunakan apparel , langsung ‘nyemplak’, desain sadel dengan busa tebal terasa empuk dan nyaman. Memiliki postur  badan rata-rata orang Indonesia, ergonomi duduk terasa pas menggenggam tgrip gas , menarik rem dan kopling yang disematkan pada stang model lebar. Penggunaan stang model lebar juga memberikan menyokong handling , motor terasa lebih mudah dan ringan, motor juga  menjadi lebih nurut saat diajak bermain di tikungan.
Saat berkendara sajian komponen informasi terasa mudah terbaca. Yaa meskipun pada panel indikator hanya menampilkan kecepatan, odometer, tanda belok, lampu jauh dan posisi gigi netral. Absennya informan penyuplai cadangan bahan bakar bisa menguragi kesenangan berkendara. Lagi asik-asikya riding tiba-tiba ngadat minta mampir ke SPBU.
Pola rancang bangun tangki BBM mengadopsi model tetesan air alias tear drop. Gembung pada bagian depan dan meruncing dibagian belakang. Khas model tangki ini membuat posisi kaki pengendara lebih terbuka. Tambahan karet dengan pola kembangan klasik pada bagian dekat kaki pengendara terlihat futuristik sekaligus melindungi tangki dari goresan celana saat berkendara. Tambahan karet ini juga berfungsi menjadi penahan tumpuan paha saaat belok. Tidak licin dan empuk.
Nangkringnya desain membulat pada speedo meter dan spion memberikan keuntungan bagi pengendara, sekali lirik informasi langsung tersampaikan. Keuntungan lain model spion lawas ini memberikan visual lebih baik bagi pengendara dibandingkan model trapesium. Pengendara juga bisa memantau kondisi pebonceng melalui spion.
image_31745_
Suara mesin 175cc yang tersalurkan pada kenalpot model retro terdengar adem di kuping, khas banget motor lawas. Saat grip gas mulai dipelintir, saluran tenaga terasa linier, tidak galak tapi nafas terasa panjang sehingga tenaga terisi di beragam rentang putaran mesin. Saat merasakan tanjakan yang dihiasi tikungan tidak kesulitan mengail power. Memang dibandingkan dengan galaknya semburan tenaga mesin motor batangan 150 cc yang sedang naik daun W175 kalah galak. Tapi bicara soal saluran tenaga, W175 terasa pas buat berkendara santai menikmati indahnya alam Indonesia.
image_31747_
Meskipun masih mengandalkan pengolah asupan energy konvensional lansiran Mikuni, komposisi suplai bahan bakar terasa pas untuk berkendara santai.  Tinggal mainkan rpm mesin. Jadi Pas pula KMI memilih kawasan Rainbow Hills untuk menjajal sensasi W175.
Ruas jalam lurus ada, belokan , tanjakan dan turunan tersedia. Bonus menikmati keindahan gunung Salak semakin mempesona pengendara. Ruas jalan gravel, bergelombang dan berlubang coba autorevindonesia.com lintasi  untuk merasakan redaman dari shock belakang ganda. Saat melintasi jalan yang kurang ramah, redaman benturan terasa kurang baik kala berkendara sendirian. Beda cerita waktu berboncengan, redaman benturan dan goncangan diredam dengan baik. Jadi saat memilih solo riding sebaiknya shock belakang di setel tingkat kekerasannya supaya memberikan kenyamanan optimal.
image_31740_
Mencoba penegereman, meskipun cakram depan terlihat imut masih bekerja optimal. Begitu juga dengan komponen pengereman belakang. Sedikit kekurangan , untuk pengermenan mendadak, rem depan tak sesigap milik sodaranya W250 atau KLX. Tapi masih mumpuni dengan baik untuk memperlambat laju W175, lagipula motor ini lebih nyaman untuk berkendara santai. Kekurangan pada tuas porsneling model cungkil membuat sepatu cepat pensiun, apalagi saat berkendara di kemacetan Jakarta yang kudu bolak-balik oper gigi.
Usai kencan singkat dengan W175, kelebihan pada posisi duduk ergonomis sehingga nyaman dengan paduan mesin yang pass untuk berkendara santai menjadi pilihan bagi Anda untuk meminang model retro klasik dan asik , nyaman dan mudah dalam perawatan dengan tawaran harga yang sepadan. Alias value for money.
Kawasaki W175 hadir dalam dua pilihan varian, versi standar dan Spesial Edition (SE). Keduanya dibekali dengan mesin yang sama, hanya warna, tambahan aksesoris dan harga yang membedakan.
image_31736_

Pos terkait