Mengintip Perakitan Truk  Mercedes-Benz  

  • Whatsapp

image_30315_Proses perakitan di Wanaherang sesuai dengan standar internasional Daimler AG yang terdiri dari berbagai langkah mulai dari pencetakan identitas pada sasis, pemasangan gearbox kemudi, pemasangan katup termasuk katup ABS, instalasi radiator, mesin, knalpot, roda dan grill. Proses  kemudian dilanjutkan dengan kontrol kualitas yang terdiri dari dua fase.
Fase pertama dimulai dengan proses EOL (End-of-Life) untuk pemacuan sasis, pengujian rem, pengujian speedometer, dan shower. Begitu unit melewati semua langkah ini, fase akan dilanjutkan dengan pemeriksaan EOL berikutnya yang mencakup penyelarasan roda, uji slip samping, uji asap dan bidikan lampu depan.
Model truk heavy-duty Mercedes-Benz pertama yang akan dirakit secara lokal adalah Axor 2528C yang hadir dengan mesin 6 silinder dan basis roda 4,2 meter, memungkinkan truk membawa muatan sebesar 20 ton sesuai kebutuhan pertumbuhan industri konstruksi di Indonesia.
Model kedua yang akan ditambahkan dalam perakitan tahun ini adalah Axor 2528R yang didedikasikan untuk aplikasi logistik. Secara keseluruhan, sebanyak 11 varian Axor direncanakan akan dirakit di pabrik Wanaherang untuk membuka segmen volume baru bagi merek Mercedes-Benz. Pada saat yang bersamaan, Mercedes-Benz akan terus menawarkan jajaran truk Actros untuk pemakaian khusus.
Rangkaian Mercedes-Benz Axor dilengkapi dengan berbagai fitur keselamatan seperti Anti-Lock Brakes, kenyamanan tinggi bagi pengemudi dan daya tahan yang lebih tinggi bagi pemilik. Layanan purna jual dan suku cadang yang mencakup dukungan layanan mobile atau pelatihan pengemudi melengkapi penawaran produk yang kuat.
Tes produksi (tryouts) menunjukkan kapabilitas dari pabrik untuk menghasilkan produk yang siap digunakan oleh konsumen, tanpa harus dilakukan perubahan maupun penyesuaian (proses perakitan yang usai, kualitas dan siklus waktu). Produk dan kebijakan proses sudah dikeluarkan.
Homologasi, atau proses yang mensertifikasi kendaraan atau komponen tertentu pada kendaraan telah sesuai dengan standar kebutuhan yang ditetapkan. Penyediaan layanan untuk target pasar pun dipastikan. Seluruh syarat dan ketentuan untuk kebutuhan produksi ramp-up sudah terpenuhi.
Jumlah pos produksi memiliki enam pos pada fase pre-assembly termasuk pos PA Radiator, PA Rear Cab Suspension, PA Bumper, PA Battery box with air tank, PA Tire & Engine Dressing serta 10 pos utama dengan target durasi proses produksi tidak lebih dari 63 menit di setiap pos.
Kegiatan di Masing-Masing Pos
Station 01: Pada tahap pertama akan dilakukan grafir pada sasis untuk memberikan identitas pada setiap sasis. Kebanyakan dari proses yang dilakukan disini termasuk pemasangan katup dan pemasangan kabel untuk proses selanjutnya.
Station 02: Pemasangan gearbox kemudi dan bantalan untuk pemasangan mesin pada tahap selanjutnya.
Station 03: Kebanyakan katup akan dipasangkan pada pos ini, termasuk katup untuk fitur ABS dan berbagai sistem kabel.
Station 04: Disinilah bagian-bagian besar mulai dipasangkan, seperti as axle roda depan dan belakang, dan wish bone
Station 05: Kemudian berlanjut pada bagian yang menarik yaitu proses inversi, dimana sasis dibalik kembali ke posisi normal. Sebelum proses inversi diselesaikan, semua bagian axle sudah harus terpasang termasuk axle roda depan dan belakang. Sehingga, pada posisi normal, sasis dapat diletakan pada troli sirkulasi.
Station 06: Pemasangan mesin dan radiator ke sasis dilakukan pada pos ini.
Station 07:Kemudian pada pos selanjutnya akan dapat dilihat proses pemasangan bagian terbesar, yaitu kabin.
Station 08:Pemasangan muffler, knalpot, dan penyambungan kabel-kabel listrik.
Station 09: Pemasangan ban. Setelah itu truk akan siap untuk melaju ke pit untuk masuk ke tahapan selanjutnya.
Station 10: Pemasangan grill dan star diagnose. Truk bersiap untuk keluar dan melanjutkan proses ke Quality Gate 01
Proses EOL , Setelah truk keluar dari Quality Gate 01, kemudian akan melalui proses EOL (yang terletak di gedung 11. Proses yang dilakukan pada tahapan EOL termasuk: Chassis touch-up, Brake test, Speedometer test dan Shower test. Setelah melalui shower test, truk akan melalui proses pengecekan road test. Apabila proses pengecekan sudah dilalui dengan baik, truk akan dikembalikan ke gedung 11 untuk melanjutkan proses EOL. Proses EOL lanjutan meliputi penyelarasan roda, uji slip samping, uji asap dan bidikan lampu depan.