Shell Perkenalkan Mobil Konsep Ultra-Efisien dan Hemat Energi

  • Whatsapp

Shell Concept Car (Foto : Shell)

Autorevindonesia.com – Shell hari ini (22/04) di Beijing, Cina, memperkenalkan konsep mobil perkotaan yang jika akhirnya diproduksi, dapat mengurangi penggunaan energi secara signifikan di sektor transportasi jalan raya.  Mobil berkapasitas tiga penumpang ini merupakan bukti nyata yang menunjukkan bagaimana efisiensi energi dapat ditingkatkan dengan cara memanfaatkan teknologi mutakhir yang ada saat ini melalui proses “co-engineering”. Dalam proses tersebut, bodi mobil, desain mesin, dan oli mesin dibuat secara bersama-sama.

 Hasil pengujian independen dan penelitian siklus hidup kendaraan yang ketat menunjukkan bahwa mobil konsep Shell akan mampu menghemat energi primer sebesar 34% sepanjang siklus hidupnya jika dibandingkan dengan mobil perkotaan pada umumnya yang ada di Inggris. Mobil konsep Shell hanya akan memerlukan sekitar 50% dari energi yang dibutuhkan untuk memproduksi dan mengoperasikan mobil keluarga kecil yang umum digunakan di Inggris dan 31% dari energi yang dibutuhkan kendaraan SUV yang umum tersedia di Inggris.

Bacaan Lainnya

Mobil konsep Shell ini merupakan hasil perombakan total dari rancangan mobil perkotaan Gordon Murray T.25 produksi tahun 2010 yang pada saat itu menggunakan oli prototipe produksi Shell untuk meningkatkan efisiensi energinya.

Mobil baru ini merupakan buah hasil kolaborasi co-engineering antara para perancang kendaraan, mesin, dan pelumas terkemuka dunia, yang merancang khusus ketiga elemen kendaraan tersebut agar dapat bekerja optimal bersama-sama.

Dalam pembuatan mobil ini, pendekatan holistik diterapkan untuk mengurangi energi dengan berfokus pada pemilihan bahan desain, perampingan kapasitas mesin secara besar-besaran sehingga energi yang dibutuhkan lebih sedikit, dan proses penghantaran energi yang lebih sederhana dan efisien berkat desain mesin dan formulasi pelumas yang inovatif guna meminimalkan dampak negatif pemakaian energi selama keseluruhan siklus hidup.

Konsumsi bahan bakar mobil ini telah diukur menggunakan berbagai protokol uji kendaraan yang meliputi steady state maupun urban driving style. Hasil uji sampel antara lain menunjukkan tingkat konsumsi bahan bakar pada steady state 107 mil/galon [2,64 liter/100km] [38km/liter] [89,1 mil/galon AS] di kecepatan 70km/jam dan penurunan emisi sebesar 4,67g CO2/km berdasarkan New European Driving Cycle (NEDC) berkat penggunaan pelumas yang dirancang khusus, atau setara dengan peningkatan efisiensi  bahan bakar sebesar 5% dibandingkan dengan oli mesin standar yang umum tersedia di Inggris.

Mark Gainsborough, Executive Vice President – Shell’s Global Lubricants Businesses, yang juga merupakan pendukung proyek ini mengatakan “Proyek ini adalah suatu pencapaian penting di bidang rekayasa otomotif. Saya merasa bangga atas pencapaian para ilmuwan Shell dan mitra mereka dari Geo Technology dan Gordon Murray Design. Wawasan yang diperoleh dari proyek ini akan mengubah cara pandang kita terhadap penggunaan energi di sektor transportasi jalan raya. Penggunaan energi dan perubahan iklim merupakan masalah serius di masyarakat. Proyek ini membuktikan bahwa jika kita menggunakan teknologi masa kini dengan sebaik-baiknya, termasuk pengetahuan mutakhir tentang pelumas, kita mampu menghasilkan dampak yang signifikan terhadap penggunaan energi sekaligus mengurangi emisi CO2.

“Peningkatan keekonomisan yang dihasilkan dari kolaborasi antara perancang mesin dan oli mesin sangatlah menakjubkan, dan hal ini mengungkap banyaknya manfaat yang bisa dicapai dari hubungan erat antar mitra desain. Hal ini juga membuktikan potensi peran penting pelumas dalam mencapai target pengurangan CO2,” tutur Gainsborough.

Pos terkait