Kawasaki Ninja Menjadi Flat Track Tiger

  • Whatsapp

DSC_8923Autorevindonesia.com – Melihat pajangan karya Donny selaku modifikator  Hantu Laut di Indonesia International Motor Show (IIMS) 2016 membuat kita cukup bingung. Pasalnya Kawasaki Ninja 250 yang semula motor sport tulen berubah menjadi model Flat Track bercirikan  sepeda motor Honda Tiger pada tangki bensinnya.

Seperti pada umumnya, tangki bensin menjadi indentitas paling kentara dari sepeda motor sport, apalagi pada model telanjang. Wadah penampung BBM olahan Donny menghadirkan daya tarik unik setelah dipermak ulang plus dilengkapi dengan shourd asli bawaan Tiger ditambah warna ungu.

Bacaan Lainnya

Ubahan paling mendominasi adalah pada bagian depan yang terlihat menjadi lebih minimalis, termasuk dengan penggunaan lampu depan kecil plus tanpa kelengkapan komponen pemantau informasi kinerja mesin dibalik stang baplang.

Sasis dirombak pada bagian belakang untuk menyesuaikan bentuk jok model Flat Track menghasilkan kesan simple dan dinamis. Dukungan kesan motor jaman baheula muncul dari pengaplikasian pelk model jari-jari yang dipasangkan dengan ban Pirelli tipe MT 43 ukuran 4.00-18 pada kedua rodanya.

Agar piranti pengereman model cakram tetap bisa digunakan, “Kita mengkustom bagian teromol,” ungkap Donny.

Untuk meredam getaran shock depan diganti model upside down yang didatangkan dari Thailand, sementara bagian belakangnya masih mengandalkan produk after market. Mesin berteknologi injeksi  ini tidak disentuh bagian dalamnya, hanya dipermanis dengan knalpot megaphone yang menghasilkan suara menggelegar tapi adem di kuping.

Menyesuaikan ubahan pada kaki belakang menjadi lebih gendut dan perampingan pada sisi samping menjadikan komponen penyaring udara dipasang model open filter.

 

Keunikan Ninja 250 yang sudah berganti model milik Ketut cukup menyita perhatian pengunjung booth Hantu Laut di IIMS 2016, bukti  komposisi  hasil olahan tangan dingin Donny mempunyai daya tarik tersendiri.

Proses tranplatasi menjadi Flat Track, Donny mengatakan memerlukan waktu dua bulan.”Sekitar Rp 20 juta,” tutup modifkator yang bermarkas di Jalan Haji Nawi Jakarta Selatan mengungkapkan besarnya biaya ubahan unik ini.

DSC_8916

Pos terkait