Melalui Bikers Camp Management, Wahana Honda Edukasi 50 Anggota Komunitas Honda

  • Whatsapp

syukuran hut ke 7 AHJAutorevindonesia.com –  Wahana Makmur Sejati (WMS) atau Wahana Honda menggelar kegiatan Bikers Camp Management yang melibatkan peserta dari komunitas sepeda motor Honda yang tergabung dalam Asosiasi Honda Jakarta (AHJ) dan Asosiasi Honda Motor Tangerang (AHMT).

Melalui kegiatan Bikers Camp Management yang berlangsung  di Gunung Bunder Bogor, pada 12-13 Maret lalu, Wahana Makmur Sejati (WMS) atau Wahana Honda selaku  Main Dealer sepeda motor Honda area DKI Jakarta dan Tangerang  selama dua hari pelaksanaan memberikan pelatihan kepada 50 peserta perwakilan kedua asosiasi tersebut beragam materi bagiamana memananejemen klub dengan baik.

Bacaan Lainnya

“Kami  suguhkan beragam materi motivasi berorganisasi agar komunitas menjadi wadah bersosialisasi yang baik dan memiliki berbagai program bermanfaat baik bagi anggota maupun masyarakat luas,” papar PIC Community Wahana Honda, Agus Sigit.

Materi pertama tentang organisasi dan kepengurusan klub yang berisi manajamen klub, kaderisasi serta kepemimpinan. Dengan materi ini, diharapkan sebuah komunitas dapat memiliki tujuan jelas dengan berbagai program kerja. Untuk menguatkan kerjasama kelompok juga diadakan games-games bertema team work.”Pokoknya games seperti outbound kami berikan supaya tercipta team work yang kuat,” ungkap Sigit.

Materi selanjutnya tentang Manajemen Keselamatan Diri Saat di Jalan yang dibawakan oleh Pegiat Safety Riding Edo Rusyanto. Materi disampaikan dengan santai dan penuh dialog.

pemberian materi manajemen club

Dalam materinya, Edo Rusyanto memberikan tips tentang meredam emos saat di jalan raya. Menurutnya, suasana jalan yang padat acap kali mempengaruhi emosi pengendara. “Tips meredamnya dengan cara berpikir positif, memprioritaskan keselamatan, bertindak tenang, dan berdoa,” terang Edo.

Lebih lanjut dipaparkan oleh Edo, emosi yang tidak terkendali mampu merusak konsentrasi dan berpengaruh terhadap gaya berkendara seseorang. Ia berpendapat, emosi dapat merusak konsentrasi pengendara hal ini mendekatkannya selangkah menuju kecelakaan.

Pos terkait