Touring Akhir Tahun 2015 NVLF Jakarta Road to Dienk

  • Whatsapp

telaga warna 2
Halo brosist, akhirnya tahun 2015 akan segera berakhir, pasti banyak agenda yang sudah dibuat jauh jauh hari baik perkiraan tempat dan biaya. Hal ini juga dirasakan beberapa member NVLF Jakarta yang jauh jauh bulan merencanakan buat touring ke Dieng Jawa Tengah. Dengan digagas bro Andi dan Bro Erick setelah melalui beberapa pembasan, akhirnya disepakati bersama bahwa riding akan dimulai tanggal 24 Desember jam 22.00 dengan start di IRTI Monas, tempat NVLF Jakarta biasa Kumpul.
Hari H pun tiba, jam 20.00 beberapa peserta touring sudah berada di tkp sambil menunggu rekan rekan yang lain, tepat jam 22.00 setelah breefing akhirnya rombongan mulai beriringan keluar dari wilayah Monas untuk selanjutnya mengarah ke Pulo Gadung. Untuk peserta sendiri ada 14 motor dan 5 boncengers. Menyusuri jalur pantura yang merupakan pengalaman pertama buat bro Acho bro Dede dan bro Angga, yang memang baru kali ini ikut touring jauh dan semangat mereka memang jos brosist.
Kawah Sikidang 2
Rest pertama kali di Indomart daerah Karawang untuk sekedar melepas lelah dan ngopi cantik. Setalah sekitar setangah jam dan mata udah mulai segar akhirnya lanjut membetot gas menyusuri jalanan lagi menikmati riding malam. Memasuki wilayah Indramayu sudah memasuki jam 2 pagi rombongan sudah menunjukkan rasa kantuk dan lelah akhir istrahat total, tidak lupa sholat subuh berjama’ah. Next lanjut lagi neh brosist karena perjalanan masih jauh banget. Diwilayah Cirebon ada kecelakaan parah, truk dan minibus yang menyebabkan jalanan tersendat dan kelihatannya cukup parah kecelakaannya. Nyabu dulu alias nyarapan bubur di wilayah Cirebon yang murah meriah, semangkok 5000 rupiah, murah tenan lek, beberapa member sempat berbicara dengan seorang TNI yang menceritakan tentang begal motor di wilayah tersebut maka beliau berpesan untuk hati hati di jalan, siap Pak 86.
Kawah Sikadang (foto:NVLF-Jakarta)
Dan akhirnya memasuki wilayah provinsi Central Java alias Jawa Tengah yang disambut kemacetan yang parah di daerah Brebes, waduh piye iki lewat endi son, akhirnya ada beberapa orang menyarankan untuk ambil ke kiri lewat perkampungan, semoga saja bisa lancar karena berdasarkan info warga sekitar bisa tembus sampai Tegal, ternyata tidak seperti yang dibayangkan, peserta touring minum es kelapa muda ditemani perempuan cantik, malah ngigau neh hehehehe, maksudnya di perkampungan pun lebih parah macetnya karena jalanan yang sempit buat dua arah, alamaak ini mah bukan nyari jalan enak tapi mencari kemacetan, tapi nasi sudah jadi bubur tinggal kasih suwiran ayam dan kuah jadi deh bubur ayam, lah malah ngigau lagi kan, wis pikiren dewe brosist.
Setelah bisa mencapai jalur pantura rombongan minggir untuk melepas lelah sekalian mencari solusi menghindari kemacetan, usul bro Anwar perjalanan akan dialihkan melewati Slawi menuju arah Guci selanjutnya mengarah ke Purbalingga, jalanan yang lumayan ajib membuat adrenalin beberapa peserta buat mereng mereng sekalian cari spot yang pas buat sekedar cekrek cekrek alias berfoto ria.
Candi Bima (foto:NVLF-Jakarta)
Memasuki wilayah Purbalingga jalanan yang dilalui berupa tanjakan dan turunan yang merupakan menu jalanan mudik bro Erick, pokoknya lelah laper ngantuk jadi satu tetapi demi harapan sampai rumah bro Erick semua itu diabaikan hingga di wilayah Gua Lawa bro Dede tergelincir jalanan banyak kerikil hingga jatuh, tetapi tidak terjadi kerusakan yang fatal atau cedera pada bro Dede karena memang sebelum jalan pesan bro Erick harus safety, dan hal itu terbukti waktu bro Dede terjatuh lutut sempat beradu dengan aspal karena sudah pakai protektor jadinya tidak ada cidera, makanya brosist jangan lupa safety is first, karena hal ini bukan buat gaya gayaan tetapi untuk meminimalisir jika terjadi insiden.
Sampai rumah bro Ercik beberapa peserta langsung pada tepar buat istirahat karena planning selanjutnya langsung gas ke tujuan utama. Sehabis adzan magrib rombongan melanjutkan perjalanan tidak lupa mampir di masjid Muhammad Cheng Ho Purbalingga buat menunaikan ibadah sholat Magrib, dan menurut info bro Erick salah satu member NVLF Jakarta yakni bro Black sudah menunggu di alun alun purbalingga untuk ikut ke Dieng bersama sang ibu negara sist Resti. Setelah ketemu bro Black rombongan melanjutkan jalan menuju Wonosobo, jalanan malam yang tidak terlalu ramai dan memang tidak terlalu ngebut akhirnya sampai kota Wonosobo jam 22.00 malam, sempat ketemu dengan member Vixion Wonosobo untuk menawarkan rest di alun alun Wonosobo, tetapi maaf mas bro kami tidak bisa mampir mungkin next time kami bisa sowan.
Telaga warna 1
Jam 23.00 rombongan sampai Dieng Plateu sudah disambut oleh mas-mas yang nawarin penginapan karena sebelumnya sudah di kontak sama bro Andy untuk mencarikan penginapan. Sebelum sampai penginapan beberapa peserta berfoto ria dulu tetapi ada yang pingin segera sampai penginapan buat istirahat. Planing pertama adalah naik ke Sikunir untuk menikmati sunrise, berdasarkan info penjaga vila untuk menuju Sikunir harus berangkat jam 03.00 pagi, karena akses yang macet maklum Musim Libur panjang. Akhirnya rombonganpun rehat total di penginapan jam 00:00, Bangun bangun jam 5 an pagi berarti kami mengucapkan selamat tinggal sunrise di puncak Sikunir. Jam 6 kita start untuk menjelajah wisata di kawasan Dieng Plateu, diawali dengan foto-foto di candi Bima yang memang dekat dengan penginapan, Sebuah karya Seni yang luar biasa.
Candi Bima (foto:NVLF-Jakarta)
Lanjut ke kawah Sikidang, kita masuk lewat pintu belakang dengan diantar oleh mamang penjual masker yang meminta tarif setengah dari tarif jika kita lewat pintu depan Rp.10.000, lumayan lah hatur tengkyu mang. Bau belerang sangat menyengat hidung walau sudah pakai masker juga, sambil menikmati makanan yang dijual disekitar kawah beberapa peserta bernarsis ria.
Puas muter-muter di kawah Sikidang lanjut ke Telaga Warna yang lokasi memang gak terlalu jauh dari kawah, harga tiket masuk 7.500 perorang sudah dibayar lunas sama bro Andi yang memang bertugas buat mengurusi hal-hal tersebut, suasana telaga sudah mulai ramai oleh para pengunjung dari berbagai wilayah, hal ini menunjukkan bahwa wilayah Dieng Plateu merupakan salah satu wisata menarik di daerah Jawa Tengah. Di rasa ada spot yang bagus untuk berfoto ria dengan menggelar banner dan menunjukkan tampang muka bahagia foto-fotopun dilakukan dengan berbagai gaya dan posisi.
Berbagai gaya sudah dilakukan untuk mendapatkan gaya yang pas dan view yang mantab akhirnya rombongan meminta buat melanjutkan lagi, tetapi atas usul bro Erick meminta buat naik ke Batu Rata, untuk melihat view telaga warna dari atas sekaligus melihat telaga pengilon, tidak semua rombongan ikut naik karena sudah pasti capek sehingga memutuskan buat menunggu di bawah sekalian istirahat.
Satu jam rombongan sudah berkumpul untuk menentukan plan selanjutnya, disini bro Black bro Bayu dan bro Supri pamitan buat pulang duluan karena mereka mau langsung pulang kampung, sisa rombongan menentukan plan selanjutnya yaitu Batu Raden tetapi setelah beberapa pertimbangan salah satunya jarak yang lumayan jauh dan waktu sudah mepet akhirnya rombongan memutuskan balik ke Tegal untuk istirahat di rumah bro Anwar sekalian mandi air hangat di kawasan Guci, jalanan yang dilalui berbeda dengan jalanan berangkat karena rombongan melewati jalanan yang halus buat mereng-mereng. Bekas hujan sepanjang perjalanan membuat konsentrasi extra biar tidak terjadi insiden yang tidak diharapkan.
Batu Rata (foto:NVLF-Jakarta)
Jalur yang dilalui begitu indah, Salut buat RC Bro Erick yang merekomendasikan jalur riding ini. Memasuki wilayah Guci sudah menunjukan jam 21:00 tetapi tidak menyurutkan niat buat berendam di air hangat, biar segar setelah lelah menempuh perjalanan jauh. Jam 22:30 kami pun memutuskan untuk lanjut rest di rumah bro anwar, ayam bakar sudah menunggu buat santap malam, opo ra enak brosist makan malam dengan ayam bakar plus teh panas khas Tegal, bener-bener mak nyussss, kenyang saatnya istirahat buat persiapan kembali ke Jekardah.
Hari Minggu jam setengah 11 siang setelah pamitan dengan Keluarga bro Anwar rombongan mulai meninggalkan rumah bro Anwar. Sepanjang perjalanan pulang dijalur pantura jalanan lumayan lancar didominasi mobil pribadi dan beberapa pengendara motor dan tidak jarang pula beberapa club dan komunitas menyalip rombongan. Masuk wilayah Indramayu tanda-tanda mau turun hujan sudah mulai kelihatan, dan benar juga tidak sampai 2 km hujan turun dengan derasnya membuat rombongan harus menepi untuk menggunakan jas hujan, jalan tidak sampai 5 km hujan reda dan bahkan beberapa wilayah jalanan kering yang menunjukkan tidak ada turun hujan.
Batu Rata (foto:NVLF-Jakarta)
Di daerah karawang sudah disambut kemacetan yang lumayan parah hingga membuat rombongan harus jeli untuk masuk celah diantara mobil. Jarum jam menunjukkan Jam 22:00 malam saat rombongan memasuki wilayah Bekasi dan itu menunjukkan bahwa sebentar lagi sampai tujuan. Beberapa rombongan memisahkan diri ada yang mengambil ke arah Kalimalang dan sebagian ke arah Pulo Gadung.
Jam menunjukkan pukul 00:00 ketika rombongan mengabarkan bahwa sudah sampai rumah masing masing dengan selamat. Alhamdulillah touring akhir tahun ini berjalan dengan lancar walau mungkin ada beberapa hal tidak sesuai dengan plan awal.
Bila ada sumur diladang boleh kita menumpang mandi, Bila ada umur panjang kita kan bersua kembali di touring touring tahun depan.
Nantikan Cerita Touring Kami selanjutnya, Indonesia Itu indah, mari jaga keindahan itu .
We Are Family, No Violent, Kick Racism.

Pos terkait