Hari Ke-tujuh, 7 Explorer Jelajah Kota Sidikalang Hingga Medan

  • Whatsapp

114Autorev-Kamis, 13 Agustus 2015 merupakan hari ke 7 sekaligus menjadi hari terakhir kegiatan 7 Explorer seri perdana berlangsung. Agenda hari ini adalah kembali menuju ke Medan, yang menjadi titik awal perjalanan 7 Explorer seri perdana ini. Start dari penginapan di kota Sidikalang, tim menuju Taman Wisata Iman sebagai spot awal.
Taman Wisata Iman atau yang biasa disebut TWI terletak di Desa Sitinjo, Kecamatan Sitinjo, Kabupaten Dairi. Pembangunan Taman ini pertama kali digagas oleh Bupati Dairi, Dr. Master Parulian Tumanggor pada awal tahun 2001 untuk kegiatan religi. Setelah dilakukan dialog dengan para pemuka agama tentang ijin serta lokasi pembangunannya, baru kemudian pada hari Selasa, 20 Agustus 2005 Menteri Agama Republik Indonesia yang saat itu dijabat oleh Bapak Prof. Dr. H. Said Agil Al-Munawar melakukan peletakan batu pertama.
Di lokasi ini terdapat bangunan peribadatan yang mewakili jumlah agama yang ada di Indonesia, yaitu: Vihara Saddhavadana dengan patung Buddha Rupang, Patung Abraham, patung Nabi Musa, Gereja Oikumene, Gua Bunda Maria dan Perahu Nabi Nuh, Kuil Hindu, Lapangan Manasik Haji dan Mesjid. dan Perjalanan Kehidupan Yesus Kristus yang terdiri dari Kandang Domba di Betlehem, Yesus memberi makan 5000 orang, Yesus berdoa di Taman Getsmani, 14 tahap perjalanan salib (Via Dolorosa), Bukit Golgota dan Kebangkitan Yesus.
Usai mengabadikan moment di Taman Wisata Iman, tim kemudian menuju Air Terjun Lae Pendaroh. Sesuai dengan namanya “Lae Pendaroh” yang memiliki arti “Air Berdarah”, Air terjun ini memiliki keunikan yang agak aneh karena terkadang airnya berwarna merah seperti darah.
Lokasi air terjun ini terletak tepat di pinggir jalan perbatasan antara Sidikalang-Berastagi. Air terjun ini juga menjadi salah satu objek wisata unggulan di Kabupaten Dairi. Selesai berfoto ria, Tim kemudian bergegas menuju Mesjid Agung Kabanjahe.
Bhakti sosial
Di Mesjid Agung Kabanjahe ini tim dari 7 Explorer menyempatkan diri datang untuk melihat kondisi para pengungsi dari bencana gunung Sinabung. Kegiatan ini merupakan kegiatan kedua yang dilaksanakan oleh VIAR peduli pengungsi gunung Sinabung. Dalam kegiatan ini tim ikut membantu panitia dalam memberikan bantuan berupa kebutuhan pokok dan peralatan sekolah.
Selain itu kehadiran tim ekspedisi 7 Explorer juga membuat para pengungsi yang kebanyakan masih anak-anak. Penyerahan bantuan diberikan oleh perwakilan dari PT. Triangle Motorindo, Ibu Lili kepada Bpk. Hari Ricardo selaku perwakilan dari Koni Kabanjahe, untuk selanjutnya diberikan kepada Ibu Ferinda selaku perwakilan logistik pengungsi.
Usai acara pemberian bantuan kepada para pengungsi, tim melanjutkan perjalanan kembali ke Medan malalui Brastagi. Sekitar pukul 20.00 tim akhirnya tiba di Dealer Karya Lencana Mandiri, Medan. Total jarak yang ditempuh selama perjalanan kurang lebih sejauh 1.600km.
Sebagai informasi, Kegiatan ini diadakan oleh PT. Triangle Motorindo dengan mengajak perwakilan dari para Komunitas untuk mengeksplorasi keindahan alam serta kebudayaan yang ada di Indonesia, serta mengajak para teman-teman dari komunitas untuk merasakan bagaimana touring dengan unit trail dari VIAR.
Adapun unit yang digunakan adalah Cross X 200 SE yang terbukti mampu melibas medan ekstrim dan juga New Cross X 150 yang mengalami perubahan di kaki-kaki sehingga lebih mumpuni untuk menghadapi medan-medan berat. Dan juga kegiatan ini didukung oleh Norifumi racing muffler, VMX trail apparel dan KYT helmet.
Sumber : Viar Motor Indonesia

Pos terkait