Hari Keempat 7 Explorer, Jelajah Kota Meulaboh Hingga Takengon

  • Whatsapp

111Autorev-Senin, 10 Agustus 2015 merupakan hari ke-empat perjalanan 7 Explorer dengan agenda menuju Kota Takengon. Start dari Losmen AIVA yang menjadi tempat beristirahat mereka, tim menuju situs bersejarah di Kota Meulaboh yakni :Tugu Teuku Umar.
11 Februari 1899, bertepatan dengan bulan Ramadhan, Teuku Umar tersungkur jatuh diterjang peluru emas Belanda di Suak Ujong, Meulaboh di saat pejuang sedang menunaikan sahur. Beliau wafat dalam usia 45 tahun.
Teuku Umar datang ke Meulaboh dari arah Lhok Bubon bermaksud mau menyergap dan membunuh Jenderal Van Heuzt yang ada di Meulaboh. Dan ternyata Jenderal ini juga memiliki maksud yang sama, yakni untuk menangkap dan membunuh Teuku Umar.
”Kita minum kupi di Meulaboh atau saya syahid”, begitu kata beliau kepada pasukannya sebelum bergerak ke Meulaboh. Dan takdir Allah SWT menyatakan sang tokoh legendaris meninggal.
Penggalan kisah tersebut terdapat di sebuah papan yang tergantung di dekat makam sang Pahlawan. Sebuah Tugu Monumen yang berada di kawasan pantai Suak Ujong Kalak sebagai penanda tempat sang pahlawan meninggal dunia.
Tugu ini masih terlihat baru karena tugu ini sempat hancur ketika dihajar bencana Tsunami yang juga pernah melanda kawasan ini. Di Puncak Tugu terpasang sebentuk kupiah meukeutop, yaitu penutup kepala adat Aceh yang ketika itu sering digunakan oleh Teuku Umar dan sudah menjadi cirri khas beliau.
Dari pantai Suak Ujong Kalak dan Kemegahan Tugu Teuku Umar, tim melanjutkan perjalanan menuju destinasi terakhir, Kota Takengon. Tim harus melalui jalur yang cukup ekstrim lebih di Jalan Beutong menuju Kabupaten Aceh Tengah karena baru saja terjadi longsor.
Namun tidak ada masalah bagi tim karena menggunakan unit trail yang mumpuni untuk melibas jalan dengan mudah. Setelah melewati jalur longsor tadi, tim kemudian berhenti di Sungai Krueng Isep yang menjadi tempat wisatadi desa Gunung Tarot, Beutong Bawah, Aceh.
Selain airnya yang jernih sungai Krueng Isep merupakan tempat wisata yang memiliki hawa sejuk dari Hutan Lindung Leuser. Terdapat pula area wisata yang memadai di antara sungai, pegunungan dan jembatan yang menghubungkan Krueng Isep dengan jalan menuju ke Pegunungan Singgah Mata ( Beutong Ateuh ).
Selesai bermain di Sungai Krueng Isep, tim langsung menuju Kota Takengon. Sekitar kurang lebih pukul 15.00 WIB tim tiba di kota Takengon dan langsung menikmati kuliner. Selesai makan siang, tim melanjutkan perjalanan menuju Bukit Pantan Terong.
Pantan Terong merupakan salah satu bukit tertinggi di Kota Takengon. Dari puncak bukit dengan ketinggian lebih dari 1.830 meter diatas permukaan laut, bukit indah ini memiliki suhu yang sejuk dan sangat segar kita bisa memandang hampir keseluruhan wilayah ibu kota Kabupaten Aceh Tengah tersebut. Letaknya tepat menghadap Danau Laut Tawar menambah keindahan. Namun sayang, tim tidak dapat berlama-lama disini karena hujan mulai mengguyur.
Tim kemudian turun menuju Basecamp Extreme Takengon di desa Bene dan merupakan komunitas trail terbesar di kota Takengon dengan dipimpin oleh Tommy menyambut dengan sangat ramah. Teman-teman dari Extreme Takengon menjajal “rasa” dari CROSS X yang digunakan dalam ekspedisi ini.
Tommy mengajak tim 7 Explorer untuk berendam kolam air panas Simpang Balik, Kabupaten Bener Meriah. Lokasinya tepat di kaki Burni Telong, salah satu dari tiga gunung api aktif di Provinsi Aceh. Pada lokasi kompleks gunung api Geureudong ini masih ada dua sumber air panas lain yaitu Burni Bius di Aceh Tengah dan Wih Porak Lancang di Kabupaten Bener Meriah.
Selesai berendam tim kemudian beristirahat usai melakukan perjalanan sejauh kurang lebih 385 km untuk mengisi tenaga untuk melanjutkan etape berikutnya menuju Kotacane.
Sumber : Viar Motor Indonesia

Pos terkait