Kurangi Macet, Beli Saja Mobil Bekas

  • Whatsapp

Toyota_Agya_2015_87e62b557c410d9cd4c3830da5507656Autorev- Besarnya penjualan mobil baru per tahun dalam satu dekade terakhir berakibat semakin parahnya kemacetan di kota-kota besar yang menyumbang angka pembelian mobil baru terbesar.
Meskipun tahun 2015 ini penjualan mobil baru mengalami penurunan, Indonesia masih menjadi pasar yang sangat menarik bagi industri otomotif. Berdasarkan data yang dilansir Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan mobil baru di tahun 2015 melanjutkan tren penurunan tahun 2014 setelah sejak tahun 2011 hingga 2013 penjualan mobil baru selalu menunjukkan tren menanjak.
Hingga semester pertama tahun 2015, Gaikindo mencatat penjualan mobil nasional sejumlah 525.458 unit, turun 18% dibandingkan waktu yang sama tahun lalu yang tercatat sejumlah 642.118 unit. Hingga Juni 2015, tercatat 2,2 juta mobil dan 6,1 juta sepeda motor terdaftar yang beredar di jalanan Jabodetabek saja.
Menyadari hal tersebut, pemerintah DKI Jakarta telah mencoba beberapa strategi agar kemacetan di Jakarta tidak semakin parah, mulai dari menggenjot pembangunan fisik jalan layang di beberapa ruas titik strategis, memperbaiki kualitas dan kuantitas angkutan umum, hingga wacana untuk membatasi peredaran kendaraan pribadi yang berusia lebih dari 10 tahun yang masih menjadi pro kontra.
Wouter van der Kolk, Managing Director Carmudi Indonesia, situs terdepan jual beli kendaraan secara daring (online) di negara-negara berkembang, mencermati situasi ini dan memberikan pandangannya agar kemacetan di Jakarta tidak semakin parah.
“Beli saja mobil bekas. Carmudi berkeyakinan membeli mobil bekas merupakan langkah bijak dilakukan saat ini. Membeli mobil bekas yang berusia satu tahun, harganya lebih murah 20% hingga 25% dibandingkan membeli mobil baru jenis yang sama dengan kualitas yang tidak jauh berbeda,” papar Wouter van der Kolk di Jakarta (28/07).
Depresiasi harga mobil bekas lebih kecil dibandingkan mobil baru sehingga membeli mobil bekas jauh lebih menguntungkan dibandingkan membeli mobil baru. Saat ini di pasaran mobil bekas, banyak mobil yang baru dipakai 1 hingga 2 tahun dengan kualitas bagus sudah dijual oleh pemiliknya.
Wouter lebih lanjut menjelaskan bahwa dengan membeli mobil bekas, kita sebenarnya membantu tidak menambah jumlah mobil terdaftar yang beredar di jalanan Ibukota. Jumlah mobil terdaftar di Jabodetabek sebesar 2,2 juta unit itu merupakan angka yang besar. Apabila kita terus menerus membeli mobil-mobil baru, jumlah tersebut akan terus membengkak dan jalanan Jakarta akan semakin macet.
“Dengan membeli mobil bekas, kita membantu menekan jumlah peredaran mobil terdaftar di jalanan sehingga kemacetan bisa diminimalisir,” jelas Wouter.
Berdasarkan data dari Kementerian Perindustrian, rata-rata usia pakai mobil baru di Indonesia sebelum dijual adalah 4 hingga 5 tahun. Dengan membeli mobil bekas berkualitas bagus, pembeli mendapat dua keuntungan yakni membantu menekan jumlah mobil di jalanan sehingga tingkat kemacetan tidak bertambah dan mendapat mobil dengan kualitas tidak jauh berbeda dengan harga lebih minim.
“Untuk mendapatkan keuntungan ini, pembeli dapat beranjak ke diler untuk melihat langsung kendaraan yang diinginkan dengan membawa teknisi apabila diperlukan. Untuk yang beraktivitas seharian penuh, alternatif lainnya adalah situs jual beli kendaraan online seperti Carmudi yang juga bekerjasama dengan diler-diler terpercaya di seluruh pelosok pulau Jawa.”, tutup Wouter.
Sumber : Carmudi