Mudik Mengendarai Sepeda Motor, Perhatikan Kondisi Ban  

  • Whatsapp

DSC_6023Autorev- Mengacu dari data mudik tahun lalu, diprediksi jumlah kendaraan sepeda motor yang digunakan pemudik bakal meningkat. Tahun ini, diperkirakan mencapai sekitar 2 juta sepeda motor sebagai pilihan moda transportasi menuju kampung halaman.
Pada musim mudik tahun lalu, jumlah kecelakaan yang melibatkan sepeda motor mancapai 70 persen. Banyak faktor yang menjadi pemicu kecelakaan seperti kelelahan pengendara, kurang paham atau bahkan tidak mengetahui rute yang akan dilalui dan juga faktor kendaraan yang kurang laik.
“Dengan adanya jumlah kecelakaan yang menimpa para pengendara sepeda motor, sebenarnya kami tidak menyarankan mudik mengendarai sepeda motor karena risiko terjadi kecelakaan cukup tinggi,” ujar Irwan Setiawan, Marketing Departement Head PT Surayaraya Rubberindo Industries, produsen ban FDR.
Beliau menambahkan, “Akan tetapi jika tidak memiliki alternatif moda transportasi lain, perlu memperhatikan beberapa point pada sepeda motor agar perjalanan mudik berlangsung aman dan lancar.”
Terkait hal itu, Irwan memberikan tips aman berkendara mudik dari produsen ban FDR :
1.Persiapan Pada Kendaraan Sepeda Motor
Pastikan sepeda motor dalam kondisi baik dan laik jalan, tentunya Anda harus melakukan service untuk mendapatkan perawatn yang baik dan maksimal. Yang tidak kalah penting adalah cek kondisi ban kendaraan Anda sebelum memulai perjalanan seperti tekanan angin dan kedalaman alur ban. Segera lakukan pergantian jika kondisinya sudah tidak sesuai dengan yang direkomendasikan oleh pabrik.
2.Persiapan Pada Perlengkapan Berkendara
Gunakan perlengkapan keselamatan berkendara dengan baik seperti memakai helm standar SNI, sarung tangan, celana panjang dan sepatu. Pakailah jaket dengan tambahan pita flourescence (dapat memantulkan cahaya) agar  mudah terlihat pada malam hari. Persiapkan juga jas hujan untuk  jika harus berkendara dalam keadaan hujan. Jangan lupa gunakan sepatu.
3.Persiapan Untuk Barang Bawaan
Bawalah barang seperlunya saja, karena dengan membawa barang berlebihan bisa berakibat pada kestabilan sepeda motor. Hal ini juga memberikan beban yang berlebihan pada ban sehingga daya cengkeram ban pada median jalan tidak optimal.
4.Perencaan Rute Perjalanan
Untuk menjelajah jalur alternatif bisa membawa peta, dimana arah dan jarak bisa diketahui secara akurat. Bisa pula membawa perangkat GPS atau telepon seluler yang tersembung internet untuk info posisi dan jalur jalan alternatif.
Saat mudik sering jalur diputar ke jalur alternatif, saat malam kemungkinan  tersesat  sangatlah besar, sulit untuk bertanya. Paling parah, jalur alternatif tanpa penerangan dan jelek bisa menjebak kendaraan hingga terjatuh.
Pertimbangan lain, bila jarak tempuhnya mencapai lebih dari 10 jam sebaiknya perjalanan di mulai subuh. Istirahat di pagi hari dan diteruskan sampai tengah hari dan istirahat lagi.
6.Rencanak Istirahat Setiap 2 Jam
Pilihlah tempat istirahat paling aman dan nyaman yaitu di posko mudik. Saat ini banyak posko mudik yang digelar oleh berbagai perusahaan. Ini sangat membantu.
“Ingat, utamakan keselamatan. Jangan paksakan untuk mudik dengan motor jika Anda dan motor tidak dalam kondisi prima,” tutup Irwan.

Pos terkait