Pabrik Baru Isuzu di Karawang Diresmikan

  • Whatsapp

IMG_2487Autorev – Menteri Perindustrian Republik Indonesia, Bp. Saleh Husin, meresmikan Isuzu Karawang Plant, pabrik perakitan kendaraan milik PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) yang berada di Kawasan Industry Suryacipta, Karawang Timur pada tanggal 7 April 2015. Pada peresmian ini turut dihadiri Bp. Rachmat Gobel, Menteri Perdagangan Rl, Bp Deddy Mizwar, Wakil Gubernur Jawa Barat, Presiden & Perwakilan Direktur Isuzu Motors Ltd, Mr. Susumu Hosoi, serta Presiden Direktur PT Astra International Tbk, Bp. Prijono Sugiarto.
Pada Desember 2011, IAMI telah membeli 300.000 m2 lahan yang terletak di kawasan Suryacipta City of Industry, Karawang. Pada Oktober 2013, IAMI melakukan peletakan batu pertama sebagai tanda dimulainya pembangunan pabrik baru Isuzu di Indonesia, dan di akhir tahun 2014 pabrik ini telah siap berproduksi.
Pada saat ini pabrik memiliki kapasitas produksi terpasang sebesar 52.000 unit per tahun dan dapat dikembangkan menjadi 80.000 unit per tahun. Pabrik baru Isuzu, yang diberi nama Isuzu Karawang Plant, siap untuk memproduksi kendaraan truk kelas ringan yaitu Isuzu Elf dan truk kelas menengah yaitu Isuzu GIGA.
Isuzu Karawang Plant memiliki fasilitas produksi yang terdiri dari framing, welding, painting, assembling, warehouse, vehicle stock, tear down area dengan menerapkan konsep environment & safety, quality, cost and delivery (EQCD)
Pada area ini juga dibangun gedung perkantoran yang digunakan oleh divisi Technical & Production, Product Planning dan Purchasing. Kawasan pabrik Isuzu ini juga dilengkapi dengan kebutuhan karyawan seperti tempat ibadah, kantin, koperasi, ruang ganti yang nantinya akan digunakan oleh 1.200 karyawan.
Isuzu sebagai produsen mesin diesel dan kendaraan niaga nomor satu di dunia, telah hadir di Indonesia sejak tahun 60-an. Sejak tahun 70-an hingga akhir tahun 2014 pabrik Isuzu berlokasi di Pondok Ungu, Bekasi. Seiring perkembangan ekonomi dan meningkatnya kebutuhan kendaraan niaga di Indonesia, pabrik Isuzu di Pondok Ungu sudah mencapai kapasitas produksi maksimum. Oleh karena itu Isuzu memindahkan ke tempat yang lebih besar dan modern. Seperti yang kita kita ketahui bersama, sektor transportasi barang masih memerlukan dukungan dari semua pihak, sehingga dapat lebih efektif dan dapat mengurangi biaya logistik, maka IAMI memproduksi alat transportasi barang yang cocok untuk perkembangan ekonomi Indonesia dan dapat menekan biaya logistik dari sisi alat angkut. Dengan demikian kami sebagai salah satu keluarga ASTRA dapat lebih berperan dalam perkembangan ekonomi Indonesia.
Presiden Direktur PT IAMI, Bp. Yohannes Nangoi mengatakan “Dengan semakin bertambahnya lini produk kami, kami berinvestasi sebesar 1,7 T dengan mendirikan pabrik baru kami di Karawang. Upaya ini bukan hanya untuk meningkatkan kapasitas produksi guna memenuhi kebutuhan kendaraan niaga di Indonesia, tapi merupakan upaya kami untuk terus meningkatkan kualitas produk Isuzu agar memenuhi standar kualitas kelas dunia dan pada akhirnya menjadikan Indonesia sebagai basis produksi global Isuzu di luar Jepang. Dengan berdirinya pabrik baru ini, varian produk kami dari kendaraan kecil sampai kendaraan besar siap menjadi motor penggerak ekonomi Indonesia”
IMG_2495Indonesia, Basis Produksi Negara Berkembang
Di dunia, Isuzu membagi basis produksinya menjadi tiga bagian, yaitu Pabrik Isuzu Jepang yang terletak di Fujisawa, Jepang menjadi basis produksi untuk kendaraan komersial untuk negara – negara maju, yang telah menggunakan Euro II keatas. Negara Thailand menjadi basis produksi untuk kendaraan komersial kecil (light commercial vehicle), sedangkan Indonesia sendiri akan menjadi basis produksi untuk kendaraan komersial untuk negara – negara berkembang.
Pada akhirnya, kami berharap dengan adanya pabrik baru ini menjadi tonggak sejarah baru Isuzu di Indonesia, untuk mencapai visi Isuzu untuk menjadi No-1 di segmen komersial di Indonesia.
IMG_2490Modern Dengan Memperhatikan Aspek Lingkungan
Sebagai pabrik modern, Isuzu Plant Karawang dibuat ramah lingkungan.  Paling utama adalah dalam pengolahan limbah dan penggunnaan energi yang ramah lingkungan.
Sumber energi yang dipergunakan bukan bahan bakar minyak tapi sudah mempergunakan gas alam (CNG) yang memiliki kadar poulsi rendah.  Tidak hanya itu peralatan yang dipergunakan untuk transportasi komponen di pabrik telah mempergunakan baterai yang bisa diisi ulang, juga sangat ramah lingkungan.
Efisiensi penggunaan energi menjadi fokus agar polusi yang dihasilkan bisa ditekan, seperti pengecatan dengan proses Wet on Wet.

Pos terkait