Konsep Creating Tomorrow for Indonesia Dari Toyota

  • Whatsapp

Konsep Creating Tomorrow for Indonesia Dari Toyota
Autorev- Mengusung tema Creating Tomorrow for Indonesia kehadiran Toyota Indonesia di ajang IIMS 2014 menempati area paling luas dengan total area seluas 2.850meter persegi dengan menempati dua lokasi. Hall D seluas 2.100 meter persegi dan area komersial di luar ruang seluas 750 meter persegi.
Menurut Director PT Toyota-Astra Motor (TAM) Hiroyuki Fukui,  tema Toyota kali ini merupakan wujud semangat dan keyakinan Toyota untuk bersama-sama dengan stake holder di Indonesia untuk meraih keuntungan dari kemajuan teknologi otomotif. “Melalui tema ini, kami menampilkan berbagai kemajuan teknologi yang sudah diraih Toyota yang kami harapkan bisa memberikan keuntungan bagi kemajuan industri otomotif Indonesia ke depan,” ungkap Fukui.
Toyota Indonesia optimis bisa meningkatkan kontribusinya terhadap dalam perekonomian Indonesia ke depan. Realisasi investasi dalam beberapa tahun terakhir telah menunjukkan hasilnya seperti peningkatan penggunaan komponen lokal dan peningkatan ekspor.
Terkait dengan optimisme itu, dalam IIMS tahun ini Toyota Indonesia menampilkan berbagai produk kendaraan dan kendaraan konsep Toyota dengan teknologi terkini yang akan menjadi tren industri otomotif ke depan, seperti mobil konsep FCV Next Generation Future Technology berbahan bakar hydrogen.
“Dengan potensi Toyota Indonesia saat ini dan berbagai kemajuan teknologi yang dimiliki Toyota, kami yakin bisa meningkatkan kontribusi bekerjasama dengan pemerintah Indonesia untuk pengembangan industri otomotif dan menghadapi tantangan transportasi ke depan,” kata Hiroyuki Fukui saat meresmikan booth Toyota Indonesia pada penyelenggaraan Indonesia International Motor Show 2014, di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran, Jakarta Utara, Kamis (18/9).
Sejak 2012 lalu, Toyota Motor Corporation (TMC) melalui presidennya, Akio Toyoda telah menyatakan komitmennya untuk melakukan investasi secara besar-besar di Indonesia. Tidak kurang dari Rp 25 triliun dana disiapkan oleh Toyota Group untuk memperkuat kegiatannya dalam industri otomotif nasional. Sebagian komitmen tersebut sudah direalisasikan dalam pembangunan pabrik baru untuk penambahan kapasitas produksi dari 130.000 unit/tahun menjadi 250.000 unit/tahun. Saat ini, Toyota juga tengah menyelesaikan pembangunan pabrik mesin dengan kapasitas 195.000 unit per tahun.
Berbagai langkah yang dilakukan itu telah menempatkan Indonesia tidak hanya sebagai basis produksi dan juga menjadi basis ekspor Toyota ke pasar global. “Saat ini lebih dari 90% mobil Toyota yang dijual di pasar Indonesia merupakan produksi dalam negeri. Tahun ini kami juga menargetkan volume ekspor bisa naik 30% dibandingkan tahun lalu,” kata Fukui.
Terkait dengan optimisme itu, dalam IIMS tahun ini Toyota Indonesia menampilkan berbagai produk kendaraan dan kendaraan konsep Toyota dengan teknologi terkini yang akan menjadi tren industri otomotif ke depan, seperti mobil konsep FCV Next Generation Future Technology berbahan bakar hydrogen.
“Kami percaya, dengan posisi yang semakin strategis Indonesia berpeluang besar untuk tampil sebagai salah satu negara produsen otomotif terkemuka di kawasan Asia Pasifik, dan Toyota Indonesia berkomitmen untuk mewujudkan itu dengan memperlihatkan teknologi terbaru masa depan dan tentunya ramah lingkungan,” kata Fukui.
Ditambahkan oleh Vice President Director PT Toyota-Astra Motor Suparno Djasmin, dengan menampilkan produk yang sebagian besar sudah diproduksi di dalam negeri, Toyota ingin menunjukan bahwa Indonesia bukan hanya sebagai pasar, tapi merupakan basis produksi.
“Salah satu pencapaian Toyota Indonesia saat ini dari sekitar 90% produk Toyota yang dijual di Indonesia merupakan merupakan karya anak bangsa atau produksi dalam negeri dengan local content sekitar 60%-90%. Dengan capaian ini, tentunya kegiatan produksi Toyota Indonesia mampu mencapai multiplier effect yang lebih besar, tidak hanya melalui pembentukan pendapatan domestik bruto, tapi juga melalui pengembangan sumber daya manusia dan transfer teknologi, termasuk neraca pembayaran,”  jelas Suparno Djasmin.