Memupuk Persaudaraan Melalui Touring Black Ketupat

  • Whatsapp

Memupuk Persaudaraan Melalui Touring Black Ketupat_7
Autorev-Turing sudah menjadi salah satu ritual paling membanggakan bagi sebuah komunitas motor. Seperti yang dilakukan oleh 7 anggota Black Rider dan satu biker Blackholik. Menggelorakan semangat brotherhood, mereka merenda waktu menyusuri aspal Jawa dan Swarnadwipa menuju ranah Minang dalam tajuk Touring Black Ketupat Lebaran Jilid 7.
Mengawali perjalanan dari Jakarta (30/07) mereka yang tediri Bro Jack selaku kordinator, Bro Baday, Bro Ferdhy, Bro Bram, Bro Yandit , Bro Pakde Erik dan Bro Surya Sang Matahari. Setelah prosesi doa bersama, mereka berangkat menuju Tangerang dimana Bro Ovan sudah menunggu untuk bergabung. Perjalananpun dilanjutkan menuju Lampung. Mereka memanfaatkan waktu penyeberangan untuk istirahat.
Memasuki  Kota Lampung, sejenak melepaskan penat laju kendaraan diarah menuju Baturaja. Kendala datang pada pacuan Bro Bram yang mati total, setelah berupaya memperbaiki namun hasilnya nihil. Akhirnya dititipkan pada anggota BMC Bandar lampung bro Keli.
Meneruskan perjalanan menuju Batu Raja menjadi tantangan mereka melalui medan yang bervariasi dengan kondisi jalanan yang kurang ramah dengan kendaraan mereka. Belum lagi dengan kondisi keamanan yang kurang kondusif. Banyak cerita mistis hingga perampokan kendaraan. Memasuki Batu Raja pukul 22.00 wib kelegaan mereka terobati. Disini mereka istirahat menunggu pagi di kediaman rekan biker bro Badai.
Sebelum melanjutkan perjalanan kami mendapat informasi untuk jalanan yang akan dilalui menuju Lahat melewati jalur extreme, begal pembunuh perampas kendaraan. Banyak binatang liar yang menyeberang tiba tiba.
“Diperjalanan memang banyak hal yang aneh banyak hal yang gak kita temui di pulau Jawa, jalanan disana benar benar hutan sedikit sekali kami melewati perkampungan,” ungkap bro Jack. Perjalanan juga diwarnai dengan masalah pada motor Bro Pakde klepnya bengkok. Motorpun dititipkan di bengkel untuk diperbaiki.
Sampai di Lahat mereka menignap di rumah waketum BMC Lahat bro Rian. Mereka memanfaatkan waktu untuk silaturahmi dengan kawan biker dan menikamati wiasata kuliner. Keesokan harinya perjalanan dilanjutkan menuju kota Jambi melalui Lubuk Linggau diteruskan ke Bangko. Disini mereka disambut biker YVCI Bangko dan BMC Bangko.
Pukul 21.00 wib, rombongan meneruskan perjalanan. Na’as perjalana terhenti ketika tiba tiba ada seekor sapi tiba tiba menyeberang dan tanpa terkendali Bro jack menabraknya. Motor bro Jack roda bagian depan mengalami kemps ban, dan beruntung ketika itu tidak terjadi tabrakan beruntun.  Setelah diperbaiki,  perjalanan dilanjutkan, rombongan kembali berhenti karena hujan turun sangat deras. Diputuskan untuk menginap di sebuah gubuk milik warga.
Malam sangat sepi sekali dan hujan tak kunjung reda, dengan kondisi cemas akhirnya kami memutuskan tidur secara bergilir. “ Benar yang dikatakan orang orang sekitar bahwa dimalam hari sangatlah berbahaya” ungakp bro Jack.
Pagi harinya jam 5 subuh rombongan sepakat melanjutkan dibawah guyuran hujan dan lintasan yang sangat licin. 3 jam perjalanan  dengan kondisi basah kuyup, terobati dengan terlihatnya gapura selamat datang di Ranah Minang.
Sangat bahagia pagi itu rombongan mencari warung kopi untuk menghangatkan badan dan mengeringkan baju yang dipakai. Tanpa disangka diwarung kopi rombongan bertemu dengan bro Dharma dari BMC Depok, Jawa Barat yang sengaja menjemput, kebetulan dia sedang mudik. Perjalanan diteruskan menuju sawah Lunto bersama bro Dharma. Disini rombongan disambut bro Surya dari SOBAC.
Memasuki kota Padang, rombongan disambut biker BMC dan YVCI Padang untuk istirahat. Pukul 22.00 wib, tim memutuskan untuk menuju Bukit Tinggi untuk menancapkan visi dan misi Touring  Black Ketupat Lebaran Jilid 7. Pukul 2 pagi sampai di Bukit Tinggi disambut teman teman dari BBB (Bukit Tinggi Blackbiker).
Kegiatan di Kota Padang sebagai titik tujuan selain silaturahmi dengan rekan bikers, mereka juga menikmati turing wisata. Tidak lupa mereka menancapkan bendera ‘ BLACK RIDER-BMC JAKARTA BARAT’’ di Jam Gadang yang menjadi ikon Ranah Minang. Setelah prosesi penyerahan sepanduk turing dari rombongan oleh bro Badai kepada BBB dan BMC Padang yang diwakili oleh Bro Yogi, rombongan berpamitan untuk kembali ke Jakarta.
Perjalanan pulang menuju Ibu Kota hanya menyinggahi Sawah Lunto untuk bermalam.  Kemudian diteruskan  bermalam Lubuk Linggau, mampir di Lahat untuk istirahat dan langsung diteruskan menuju Lampung  untuk bermalam.
Rombongan memasuki Jakarta (08/08) setelah rehat di Cilegon untuk  memutuskan masing-masing anggota langsung menuju kediaman sesuai rute yang disepakati. Mereka sudah menuntaskan perjalanan misi turing kali ini dengan berbagai peristiwa yang mewarnainya untuk  semakin menumbuhkan rasa persaudaraan.