Nissan Kembangkan Teknologi CVT Menyerupai Transmisi Otomatis

  • Whatsapp

Nissan Kembangkan Teknologi CVT Menyerupai Transmisi Otomatis
Autorev – Dapat dipastikan semua orang sudah paham dengan Continuously Variable Transmission (CVT), transmisi model ini merupakan favorit para produsen mobil Jepang, tak terkecuali Nissan. Di Amerika ada Nissan Versa, Altima, Quest, dan Pathfinder yang mempergunakan CVT.
Sebelum kita masuk ke inti, untuk mengingat kembali bahwa produsen mobil Asia pertama mengadopsi teknologi ini pada 1992. Perangkat yang sangat praktis layaknya sebuah transmisi yang tanpa garis pembatas atau tanpa perlu perpindahan gigi. Hingga akhirnya sistem ini dibuat lebih modern setelah 10 tahun dipergunakan, didapat hasil yang lebih baik lagi. Perubahan berikutnya terjadi dengan sangat cepat, belum 10 tahun sudah lahir generasi ke-3, seperti yang dipergunakan pada Nissan Altima sedan.
Unit baru ini dinamakan Xtronic CVT yang menjanjikan bisa menghemat penggunaan bensin hingga 15% dibanding pendahulunya, bekerja lebih halus dan perpindahan giginya tidak terasa. Ini dimungkinkan karena transmisi hanya memerlukan dua buah puli dan sabuk baja, puli akan bergarak maju mundur untuk memberikan perubahan rasio gigi, sangat halus dan perpindahan berlaku secara berkesinambungan.
Memang bila dibandingkan, CVT tidak mungkin untuk bersaing langsung dengan gaya mobil lama. CVT memberikan beberapa keuntungan seperti tidak perlu memindahkan gigi, tidak ada hentakan dan mengurangi gesekan akibat pertautan gigi hingga sekitar 40% serta bisa menghasilkan keluaran tenaga secara konstan. Kelemahan dari CVT saat dipergunakan adalah suara mesinnya. Mesin seperti berteriak saat kita perlu tenaga besar atau saat kita menekan pedal gas secara mendadak, ini disebabkan putaran mesin akan ditahan pada 5.000 -6.000 rpm dalam beberapa detik.
Dimana, beberapa perubahan telah dilakukan dengan bantuan perangkat lunak pada sistem yang dinamakan D-Step Shift Logic. Ini berupa campur tangan untuk melakukan perubahan rasio pada CVT, mirip apa yang dilakukan pada transmisi otomatis model gigi. Saat mesin mencapai putaran 4.000rpm, perangkat lunak yang merupakan otak Xtronik CVT akan memerintahkan untuk mengubah rasio sesuai dengan kondisi pengendaraan.
Solusi ini diharapkan bisa menghilangkan kesan buruk CVT yang awalnya terasa lentur sulit berakselerasi.