Nissan e-NV200, Best of The Best Dari Nissan

  • Whatsapp


Autorev – Mobil Nissan dengan emisi nol saat ini telah melangkah ke fase berikutnya yang lebih maju melalui peluncuran e-NV200, mobil dengan tenaga 100% listrik. Peluncurannya seirama dengan kualitas udara perkotaan yang kian hari kian memburuk dan mobil listrik Nissan e-NV200 merupakan jawaban akan pengurangan polusi diperkotaan. Sebagai kendaraan komersial yang beroperasi siang malam tentunya peran mobil listrik ini tidaklah kecil.

Selain tanpa gas buang hasil pembakaran maupun NOx hasil samping dari pemanasan di ruang bakar, e-NV200 bergerak sangat halus, tidak bising, tanpa harus melakukan perpindahan gigi hingga bisa menurunkan ketegangan pengendaranya. Ujung-ujungnya, mobil lebih bersih dan lebih aman bagi para pengendaranya.

Bacaan Lainnya

Dalam menciptakan mobil LCV (Light Commercial Vehicles) listrik yang pertama, Nissan tak tanggung-tanggung melakukan pelbagai pembaharuan teknis maupun bentuk dari NV200 yang telah ada. Memang dalam pengembangannya Nissan mengambil beberapa komponen kunci dari LEAF dan NV200 yang telah diproduksi. Hasilnya, sebagian besar komponen unik keduanya dipergunakan di e-NV200, atau sekitar 30%. Bagian yang diambil serta telah lebih disempurnakan adalah bentuknya, rangka, interior, baterai dan sistem rem regeneratif berkapasitas lebih besar.

Perubahan ini menjadikan e-NV200 cocok sebagai kendaraan masa datang, termasuk untuk keperluan usaha yang memerlukan mobil van kecil, untuk mobil penumpang maupun taxi. Memang mobil ini sangat menarik untuk dikendarakan, biaya operasionalnya tergolong baik dan pilihan untuk mempergunakan kendaraan dengan energi yang bisa diperbaharui jelas pilihan bagi pengusaha pintar.

Saat dipasarkan pada Juni, e-NV200 bisa didapatkan dalam bentuk van praktis dengan ruang besar, sebagai mobil 5 penumpang atau sebagai Evalia mewah. Versi LCV-nya memiliki ruang bagasi sangat luas sebesar 4,3m3, mampu membawa dua palet standar Eropa.  Ukurannya setara dengan NV200, tapi daya angkutnya lebih besar dari NV200 bermesin Diesel, dengan kapasitas lebih dari 770kg.   Pintu geser dikedua sisinya serta pintu belakang dengan engsel di atas sangat memudahkan bongkar muat.

Paling penting dan paling banyak dibicarakan para pengusaha angkutan adalah biaya operasinya, e-NV200 telah dikembangkan hingga bisa memenuhi apa yang diinginkan para penggunanya nanti. Khusus untuk biaya perawatan, 40% lebih murah karena tidak perlu lagi oli mesin, sabuk-sabuk penghubung, persneling dan kopling serta hanya terdapat sedikit komponen yang perlu diperiksa dan diganti. Tentunya, dibanding mesin konvensional pun tetap lebih murah. Mobil bermesin Diesel yang tergolong irit pun biayanya operasinya bisa mencapai 3 hingga 4 kali mobil listrik dalam penggunaan sejauh 100km.

Rencananya, untuk menekan polusi di Eropa maka taxi disana akan mulai digantikan oleh e-NV200 di tahun ini. Untuk keperluan itu maka mobil akan langsung dikirim dari Bercelona dimana e-NV200 diproduksi. Dari sana pula mobil akan dikirim ke seluruh dunia. Pabriknya akan berdapingan dengan parik NV200 yang telah ada, kecuali pembuatan baterai lithium-ion yang dilakukan di pabrik baterai Nissan di Sunderland, Inggris. Tapi untuk kemasannya tetap di buat di Barcelona, disesuaikan dengan desain unik e-NV200.

Pada dasarnya, Nissan e-NV200 sangat cocok untu penggunaan di kota besar maupun kota kecil. Itu didukung atas kesesuaian dari New European Driving Cycle (NEDC) dimana mobil harus memiliki jelajah sedikitnya 106 mil. Jangkauan sejauh itu berdasarkan kebiasaan mengendara mobil penumpang sejauh 100km ditambah sekitar 70% pada mobil van untuk keperluan usaha.

Keperluan tenaga yang berasal dari baterai bisa diisi ulang dengan listrik yang ada di rumah.  Lama pengisian sekitar 8 jam hingga baterai benar-benar penuh dengan mempergunakan charger 16 ampere atau sekitar 3,3kW.  Waktu pengisian bisa dipersingkat dengan charger berkapasitas lebih besar 6,6kW atau berdaya 32 ampere.  Memang idealnya e-NV200 tidak dioperasikan secara terus-menerus.

Sebagai pilihan yang dipersembahkan oleh CHAdeMo  DC 50kW, berupa pengisi baterai model cepat yang bisa mengisi baterai hingga 80% dalam 30 menit atau kurang.  Dengan catatan dimana baterainya belum benar-benar habis listriknya. Dengan alat ini memungkinkan e-NV200 melakukan pengisian baterai bersamaan dengan waktu bongkar muat.   Saat ini sudah lebih dari 1.100 CHAdeMo diinstalasi diseluruh Eropa, dan 200 diantaranya ada di Inggris. Tentunya tidak menutup kemungkinan dimana setiap pengusaha pengguna e-NV200 memasang perangkat pengisi cepat ini dititik-titik dimana mobilnya biasa melakukan aktifitas.

“Kami percaya bila e-NV200 akan benar-benar meramaikan pasar van kecil dan juga taxi maka akan pula mampu mengubah lingkungan diperkotaan.  Seperti dapat dilihat, dimana 200.000 van yang terjual  pertahun, jarak rata-rata harian tidak mencapai angka 100km.

Dengan demikian sangat besar kemungkinannya untuk digantikan dengan e-NV200 yang tidak memerlukan pengisian beterai selama seharian beroperasi. Ini merupakan fakta, bila digabung dengan rendahnya biaya oprasi, kemampuan dan kenyamanan saat dikendarakan maka bukan tidak mungkin semua akan beralih ke mobil listrik,” jelas Jean-Pierre Diernaz, Direktur mobil listrik untuk Nissan Eropa.

Pos terkait