SM Classic, Bebek Kuno Saudara Kembar Jauh Super Cub

image_38467_DSC_0316

Sekilas, pola rancang bangun SYM model bebek mirip dengan Honda Super Cub. Penampakan yang sebelas dua belas dengan Super Cub membuat orang berpresepsi  moped rakitan Cibitung, Jawa Barat  ini adalah model bebek klasik lansiran Honda. Meskipun terlihat seperti bebek kembar saudara kembar jauh, Super Cub bikinan PT M Force Indonesia terdapat beberapa perbedaan diantara keduanya. Apa saja?

SM Classic mengadalkan jantung mekanis silinder tunggal 110 cc, SOHC , berpendingin udara dengan 4 gigi percepatan manual kopling sentrifugal. Masih dipengaruhi aura ‘jadul’ pengabut bensin masih menerapkan model karburator konvensional.

Dapur pacu  memiliki ukuran diameter piston 50mm dengan langkah  55,6 mm sanggup menghasilkan tenaga terbesarnya 6,9 PS  pada kitiran mesin  7.500 rpm dan torsi puncak sebesar 8.0 Nm digapai pada putaran mesin 5.500 per menit. Dengan nilai perbandingan rasio kompresi 8.8:1 tentu masih aman untuk mengkonsumsi Pertalite. Dari hasil uji test konsumsi bahan bakar yang dilakukan internal  MForce Indonesia, untuk jarak tempuh 100 kilometer, SM Classic hanya butuh 1,6 liter bahan bakar. Sedangkan kecepatan maksimal hanya di angka 85KM/Jam. Meskipun angka di speedo meter mancapi 120 KM/jam.

Untuk menghidupkan mesin, bebek kuno rasa modern ini dilengkapi tombol starter dan engkol. Saat aki dalam kondisi ‘sekarat’ cukup di engkol, mesinpun bisa menyala. Sistem kelistrikan masih mengandalkan generator dari spull. Persis seperti teknologi jaman jadul,  tanpa dipasang aki, cukup diengkol motor bisa menyala.

image_38468_DSC_0320

Dengan berat kosong 101 Kg, motor bebek yang terlihat imut mempunyai komposisi perbandingan dimensi dengan ukuran panjang keseluruhan 1.900mm, lebar 690mm dan tinggi 1.010mm memiki jarak sumbu roda 1.230mm. Sedangkan jarak terendah ke tanah setinggi  120mm. Secara keseluruhan body SM Classic menggunakan plastik, berbeda dengan Honda  Super Cub  yang dibalut logam.

Ukuran tinggi sadel  hanya 755mm memberikan keleluasaan dan kenyamanan berkendara bagi postur rata-rata orang Indonesia. Model sadel terpisah khas motor jaman ‘beuhela’ cukup terlihat unik. Dibawah sadel depan terdapat tangki bensin yang dilengkapi kunci. Sedangkan jok belakang bisa dilepas hanya dengan menarik tali tuas yang terdapat dibagian bawah jok. Dudukan jok belakang dari aluminium dirancang untuk bisa dipasang box saat membutuhkan bagasi tambahan.

Lampu depan model bulat dengan ornamen lingkaran warna krom (crome) layaknya motor kuno yang  terbuat dari plastik . Bukan kombinasi kaca dan logam seperti motor jaman dulu. Lampu penerangan sudah mengadopsi model LED dengan komposisi yang artistik. Lampu sein model kecil juga sudah LED.

Dibawah lampu penerangan terdapat braket keranjang cukup menghadirkan kesan retro terlihat apik dengan pernik warna krom pada ujung spakbor. Velg model jari-jari gambot pada kedua rodanya menghadirkan perpaduan modern dan kuno cukup membangkitkan kesan motor era 70an. Pada garpu depan menggunakan tipe upside down tertata rapi dengan model pengereman teromol.

Kluster panel speedo meter model analog dengan fitur latar fosforsensi saat mesin mati, sedangkan saat mesin hidup layar latar berubah menjadi warna biru.  Mengimbangi perkembangan jaman terdapat soket daya untuk pengisian gadget pada kopartemen sisi kiri.

SM Classic hadir dalam empat pilihan warna, biru, kuning, merah dan hitam ditawarkan dengan harga on the road Jakarta Rp 18.800.000.- “Sebagian unit sudah didistribusikan kepada konsumen yang melakukan pemesanan pada pameran IMOS 2018,” Kata Wahono, General Manager SYM Sentra Jakarta, dealer SYM terbesar dan terlengkap di Jakarta. Ia menambahkan, sampai bulan ini sudah hampir mencapai 100 daftar inden dari calon konsumen. Untuk pemesanan dan informasi lebih lanjut bisa menghubungi Wahono di nomor 087701101971.

image_38471_20190321_160234

Bagaimana Menurut Anda

www.autorevindonesia.com 2014-2017