Bosch Menampilkan Teknologi Mobilitas di  GIIAS 2018

image_35079_Foto-1-1Bosch, perusahaan penyedia layanan dan teknologi otomotif global terkemuka, menghadirkan solusi teknologi otomotif komprehensif yang menitikberatkan pada masa depan mobilitas di ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show 2018 (GIIAS 2018). “Visi Bosch mengenai mobilitas masa depan didasari oleh keyakinan bahwa solusi yang dihadirkan harus dapat menjawab kebutuhan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” ujar Andrew Powell, managing director Bosch di Indonesia. “Kami merealisasikan visi ini dengan mengembangkan teknologi dan inovasi baru yang dapat membantu mewujudkan kondisi berkendara yang bebas kecelakaan dan bebas emisi. Itulah yang kami tampilkan di GIIAS tahun ini,” tambahnya.

Teknologi Penyelamat Hidup Untuk Mobilitas Bebas Kecelakaan

Berdasarkan Global Status Report on Road Safety 2015 yang dirilis World Health Organization (WHO), Indonesia menempati peringkat ke-6 tertinggi di ASEAN dalam hal jumlah kematian akibat kecelakaan lalu lintas – dengan angka rata-rata 15 kematian per 100.000 penduduk. Bosch percaya bahwa setiap kematian yang disebabkan oleh kecelakaan lalu lintas sangatlah disayangkan. Bosch telah lama menjadi pemimpin dalam upaya advokasi keselamatan jalan dan kendaraan di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Salah satunya melalui pengenalan Electronic Stability Program (ESP®) pertama di dunia pada 1995.

Menggunakan sensor cerdas, ESP® mampu memeriksa 25 kali per detik apakah input kemudi pengemudi sesuai dengan arah perjalanan kendaraan yang sebenarnya. Jika sistem mendeteksi adanya perbedaan dan mengidentifikasi bahwa laju kendaraan cenderung tidak stabil, ESP® akan mengintervensi dengan mengurangi torsi mesin guna memulihkan stabilitas. Bahkan jika perlu, sistem akan menerapkan pengereman pada masing-masing roda saat mendapati bahwa kendaraan berada dalam situasi berbahaya. Laporan WHO yang sama juga menyatakan bahwa hampir 80 persen dari semua kecelakaan akibat selip/tergelincir dapat dicegah apabila kendaraan dilengkapi ESP®. Karena keefektifannya yang telah terbukti, saat ini, sudah 74 persen dari seluruh mobil penumpang dan kendaraan komersial ringan baru di dunia yang dilengkapi teknologi ESP®. Pengunjung GIIAS tahun ini dapat mengalami sendiri teknologi ESP® di anjungan Bosch melalui simulator Virtual Reality (VR).

image_35078_DSC_1038

Elektromobilitas Untuk Masa Depan Mobilitas Bebas Emisi Di Indonesia

Bosch telah menjadi pemimpin global dalam hal elektromobilitas. Karenanya, perusahaan terus mengalokasikan sejumlah besar dari dana litbangnya untuk memastikan bahwa powertrain siap untuk menghadapi masa depan, dengan mempertimbangkan kelestarian lingkungan dan sumber daya. Rencana Umum Energi Nasional (RUEN) telah menetapkan target untuk mengembangkan 2.200 mobil hibrida atau listrik dan 2,1 juta sepeda motor listrik pada tahun 2025 mendatang, dan Bosch siap mendukung visi pemerintah untuk mewujudkan mobilitas yang lebih bersih di Indonesia. Salah satu upaya nyata perusahaan dalam bidang elektromobilitas adalah dengan meluncurkan stasiun pengisian daya mobil hibrida atau listrik pertama untuk pasar lokal. Pengunjung dapat melihat bagaimana Bosch mewujudkan visinya untuk mobilitas bebas emisi melalui pengembangan sistem powertrain listrik, serta upaya untuk menghubungkan kendaraan listrik dengan infrastruktur dan layanan menarik lainnya.

Sistem Bantuan Pengemudi – Membuka Jalan Menuju Pengemudian Otomatis

Sekitar 90 persen penyebab kecelakaan adalah kesalahan manusia; misalnya risiko yang tidak cepat terdeteksi, situasi yang tidak dinilai secara akurat, atau pengemudi yang bereaksi terlalu lambat atau salah. Fitur dan fungsi cerdas seperti sistem bantuan pengemudi (driver assistance systems) akan membantu untuk menghindari, atau setidaknya mengurangi jumlah kesalahan yang disebabkan oleh manusia.

Memanfaatkan pengetahuan yang diperoleh dari berbagai riset kecelakaan, Bosch telah mengembangkan berbagai sistem bantuan pengemudi, seperti Pengereman Darurat Otomatis (Automatic Emergency Braking), Dukungan Penjagaan Jalur (Lane Keeping Support) serta Bantuan Pandangan Samping (Side View Assist). Rangkaian teknologi tersebut mampu membantu pengemudi saat berada dalam situasi lalu lintas yang membingungkan atau kritis. Sistem tersebut dapat menangani berbagai situasi berkendara sehari-hari dan merupakan langkah penting untuk mewujudkan masa depan mobilitas bebas kecelakaan dan bebas stres.

“Dengan menampilkan solusi bantuan pengemudi di ajang GIIAS, Bosch ingin meningkatkan kesadaran publik terhadap manfaat teknologi ini serta mengimbau masyarakat Indonesia agar mempertimbangkan ada tidaknya fitur-fitur penyelamat hidup di atas saat memutuskan untuk membeli mobil baru,” papar Powell.

Solusi Aftermarket Yang Andal Guna Membantu Memastikan Kelayakan Jalan Kendaraan

Di Indonesia, sebagian besar konektivitas penduduknya bertumpu pada kendaraan sebagai sarana transportasi utama. Pengemudi atau pemilik kendaraan sudah sewajarnya menginginkan kendaraan yang lebih aman dengan daya tahan tinggi dan tingkat perawatan yang rendah. Untuk memastikan kelayakan kendaraan, Bosch menyediakan portofolio otomotif menyeluruh yang terdiri dari komponen dan suku cadang, peralatan diagnostik, serta solusi dan layanan bengkel. Melalui divisi Automotive Aftermarket perusahaan, tahun ini Bosch menghadirkan seri terbaru klakson, bola lampu, wiper kaca depan, busi, dan baterai bebas perawatan yang cocok untuk kendaraan Asia.

Bagaimana Menurut Anda

www.autorevindonesia.com 2014-2017