Teknologi Inovasi Bosch Untuk Sepeda Motor Masa Depan

image_34396_

Deteksi Blind Spot

Bosch – Pengguna sepeda motor menghadapi lebih banyak bahaya saat berkendara: risiko tewas saat terjadi kecelakaan mencapai 20 kali lebih tinggi daripada pengemudi mobil. Bahkan, di Jerman tahun lalu, jumlah kecelakaan sepeda motor yang mengakibatkan kematian naik sebesar 9 persen.

Perusahaan penyedia layanan dan teknologi global terkemuka, Bosch, membawa visi yang jelas: tidak ada lagi korban jiwa pengendara sepeda motor. Karenanya, Bosch mengembangkan paket keselamatan baru untuk sepeda motor: 1) cruise control adaptif, 2) peringatan tabrakan depan, dan 3) deteksi blind-spot. Ketiganya dikembangkan menggunakan teknologi yang juga memungkinkan pengemudian otomatis pada mobil.

Bosch menawarkan banyak solusi untuk membuat jalanan lebih aman bagi pengendara sepeda motor. Melalui proyek-proyek penelitian inovatifnya, Bosch sudah merencanakan tahap-tahap pengembangan lanjutan.

Proyek penelitian mitigasi tergelincir (sliding mitigation research project)

Dedaunan basah, tumpahan minyak, atau kerikil di permukaan jalan bisa menyebabkan roda tergelincir menyamping jika roda tak lagi mampu menggunakan daya lateral yang mencukupi ketika melewati tikungan. Pada situasi seperti ini, pengemudi sepeda motor tidak berkesempatan membenarkan posisi kendaraan mereka.

Idealnya, untuk menjaga keselamatan, butuh adanya tambahan daya lateral eksternal. Inilah gagasan di balik mitigasi tergelincir/sliding mitigation yang sedang dikembangkan Bosch. Layaknya tangan ajaib, mitigasi tersebut menjaga sepeda motor tetap dalam jalur dan mengurangi risiko terjatuh. Cara kerjanya: sensor mendeteksi kondisi roda tergelincir menyamping; apabila nilai tertentu terlampaui, gas dikeluarkan dari akumulator (setipe dengan yang lazim digunakan untuk kantong udara pada mobil). Gas mengalir ke adaptor tangki dan dilepaskan ke arah tertentu melalui nozel. Dorongan terbalik ini mengondisikan sepeda motor tetap berada di jalurnya.

Sistem Bantuan Berbasis Radar (Radar-Based Assistance Systems)

Dengan radar yang berfungsi sebagai organ sensorik memungkinkan tersedianya bantuan dan fungsi-fungsi keselamatan baru pada sepeda motor, sembari menghadirkan gambar akurat tentang sekeliling kendaraan. Hasilnya, fungsi-fungsi bantuan ini tidak hanya meningkatkan keselamatan, tetapi juga menambah kesenangan dan kenyamanan dengan membuat hidup pengendara menjadi lebih mudah.

ACC (cruise control adaptive)

Berkendara di lalu lintas yang padat dan menjaga jarak yang benar dengan kendaraan di depan membutuhkan banyak konsentrasi, juga melelahkan bila terus berlangsung dalam waktu yang lama. ACC menyesuaikan kecepatan kendaraan dengan arus lalu lintas dan mempertahankan jarak antar kendaraan yang aman. Teknologi ini secara efektif mencegah terjadinya tabrakan pada bagian belakang mobil – akibat jarak yang terlalu dekat dengan kendaraan di depan. ACC tidak hanya menawarkan kenyamanan lebih, tetapi juga memungkinkan pengemudi untuk lebih berkonsentrasi pada jalan, terutama dalam kepadatan lalu lintas yang tinggi.

image_34395_

ACC- Cruise Control Adaptive

Sistem Peringatan Tabrakan Depan

Di tengah lalu lintas, konsentrasi yang menurun walaupun sedikit saja dapat menimbulkan konsekuensi serius. Bosch telah mengembangkan sistem peringatan tabrakan untuk sepeda motor demi mengurangi risiko tabrakan belakang atau untuk memitigasi konsekuensinya. Sistem segera aktif begitu kendaraan dinyalakan dan mendukung pengendara dalam semua rentang kecepatan yang relevan. Jika sistem mendeteksi posisi kendaraan lain yang sangat dekat bahkan membahayakan dan pengendara tidak bereaksi terhadap situasi tersebut, sistem akan memperingatkan pengendara melalui sinyal akustik atau optik.

Deteksi Blind-Spot

Sistem ini terus melakukan pengawasan ke segala arah untuk membantu pengendara sepeda motor berpindah jalur dengan aman. Sensor radar berfungsi sebagai mata elektronik sistem blind-spot, mencatat objek di area yang sulit dilihat. Setiap kali ada kendaraan di area blind-spot pengendara, teknologi akan memperingatkannya melalui sinyal optik, misalnya di kaca spion.

ABS

Sejak 1984, Bosch terus menyempurnakan teknologi ABS sepeda motor demi menjadikan teknologi keselamatan yang penting ini tersedia untuk seluruh kelas kendaraan di setiap pasar. Berdasarkan riset kecelakaan Bosch, sekitar satu dari empat kecelakaan sepeda motor yang mengakibatkan kematian dan cedera dapat dicegah jika kendaraan roda dua dilengkapi ABS. Di seluruh dunia, semakin banyak negara dan wilayah mewajibkan sepeda motor dilengkapi ABS – termasuk Uni Eropa, Jepang, Taiwan, dan Brasil. Sejak April 2018, India mewajibkan semua tipe kendaraan roda dua keluaran baru dengan displacement engine di atas 125 cc. ABS 10 dirancang khusus untuk memenuhi persyaratan kendaraan roda dua di pasar negara-negara berkembang.

MSC

Kendali stabilitas sepeda motor MSC menjadi sistem keselamatan all-in-one pertama di dunia untuk kendaraan roda dua. Dengan memantau parameter kendaraan dua roda, seperti lean angle, sistem dapat dengan segera menyesuaikan pengereman elektronik dan intervensi akselerasinya agar sesuai dengan status berkendara pada waktu tersebut. Dengan cara ini, sistem Bosch dapat mencegah sepeda motor dari mengepot atau membenarkan posisinya secara tiba-tiba dan tidak terkendali ketika pengereman di tikungan – kondisi yang menyebabkan terjadinya sebagian besar kecelakaan sepeda motor. Sensor 6D baru dalam sistem MSC adalah desain terkecil dan teringan yang tersedia di pasar. Sensor ini secara signifikan meningkatkan fleksibilitas pemasangan dan tidak rentan terhadap getaran.

image_34398_

Sistem Peringatan Tabrakan Depan

Komunikasi Sepeda Motor Ke Mobil

Dengan mengaktifkan komunikasi antara sepeda motor dan mobil, Bosch menciptakan perisai digital untuk pengendara sepeda motor. Dalam radius beberapa ratus meter, kendaraan saling bertukar informasi tentang jenis kendaraan, kecepatan, posisi, dan arah perjalanan hingga sepuluh kali per detik. Jauh sebelum sepeda motor terlihat, teknologi ini memperingatkan pengemudi dan sensor di kendaraan mereka bahwa ada sepeda motor mendekat. Dengan begitu mereka dapat mengemudi secara lebih baik dan aman. Standar WLAN publik (ITS G5) digunakan sebagai dasar untuk pertukaran data antara sepeda motor dan mobil. Waktu transmisi yang hanya beberapa milidetik antara pemancar dan penerima menandakan para pengguna jalan dapat menghasilkan dan mengirimkan informasi penting yang berkaitan dengan situasi lalu lintas.

Panggilan Darurat (Ecall), Panggilan Kerusakan (Bcall), Dan Panggilan Informasi (icall):

Berbasis algoritme kecelakaan cerdas, eCall mendeteksi manakala pengendara motor mengalami dalam kecelakaan, secara otomatis mengirimkan panggilan darurat, dan memberikan informasi kepada layanan darurat mengenai tipe kendaraan dan posisinya. Jika kendaraan roda dua tersebut mengalami kerusakan, bCall secara terpisah menghubungi bengkel dan mengirimkan informasi yang dibutuhkan. iCall adalah asisten yang sangat membantu di jalan mana pun. Dengan demikian, untuk mengakses informasi layanan – seperti mencari lokasi SPBU terdekat, menjadi sederhana dan mudah.

Bagaimana Menurut Anda

www.autorevindonesia.com 2014-2017