Bosch Kembangkan Mobilitas Perkotaan Yang Berfokus Pada Manusia

image_33064_

Bosch – Bebas stres, bebas kecelakaan dan bebas emisi: ketiga kondisi ini mewakili gambaran masa depan tentang mobilitas perkotaan, di mana orang dan barang dapat berpindah dengan bebas dan kota-kota dapat berfungsi dengan efektif. Menurut laporan World Cities World 2016, diperkirakan 54,4 persen populasi dunia – atau sekitar 4 miliar orang – bermukim di perkotaan. Diperkirakan pada 2030 akan ada sekitar 5 miliar penduduk kota di seluruh dunia dan di ASEAN saja, sekitar 90 juta orang akan pindah ke kota – sekitar 57 juta di antaranya tergolong populasi lanjut usia yang akan terus tumbuh dengan kecepatan yang belum pernah terjadi sebelumnya.

“Bosch percaya bahwa untuk mempertahankan kualitas hidup, model mobilitas alternatif untuk perkotaan menjadi semakin penting; dan pemerintah, industri serta masyarakat dapat bekerja sama untuk menciptakan perubahan dalam mengembangkan lansekap mobilitas perkotaan di masa depan,” ujar Martin Hayes, Presiden Direktur Bosch Asia Tenggara, saat menyampaikan pidato utama  pada acara EU-ASEAN Business Summit di Singapura.

Mobilitas Bebas Emisi Adalah Mobilitas Listrik

Bosch telah berkomitmen dalam hal mobilitas elektrik dengan cara sistematis dan terpadu, dengan mengalokasikan sebagian dana riset dan pengembangannya – yang totalnya  7 miliar euro – untuk memastikan bahwa powertrain siap untuk menghadapi masa depan; misalnya dengan mempertimbangkan aspek perlindungan dan konservasi sumber daya alam. Badan Energi Internasional (IEA) memperkirakan, daerah perkotaan menyumbang 67 persen gas rumah kaca global yang terkait energi; 28 persen di antaranya saat ini berasal dari transportasi. Tanpa adanya upaya untuk mengurangi konsumsi dan keluaran emisi tersebut, angka ini akan meningkat menjadi sekitar 70 persen pada 2050. Elektrifikasi kendaraan roda dua dan roda empat dapat menjadi alternatif solusi dalam upaya mengurangi emisi CO2.

“Kota-kota di seluruh dunia saat ini sedang memikirkan kembali mobilitas perkotaan dan secara aktif mempromosikan penggunaan moda transportasi alternatif. Hal ini dimungkinkan dengan inovasi teknologi yang secara radikal mengubah cara kita melakukan perjalanan. Komitmen dari sektor publik, swasta, organisasi non-pemerintah, dan pemerintah berperan penting dalam memenuhi visi mobilitas perkotaan yang berkelanjutan di masa depan,” Hayes menyimpulkan.

Sistem Transportasi Multi-Moda, Aman, Dan Bersih

Visi Bosch tentang mobilitas perkotaan masa depan didorong oleh keyakinan bahwa semua sistem dan solusi harus terpusat pada manusia–bagaimana kebutuhan dan kesejahteraan mereka dapat terpenuhi, serta bagaimana melibatkan masyarakat dalam menciptakan perubahan agar dapat memberikan dampak positif bagi mobilitas perkotaan.

image_33065_

Mobilitas Bebas Stres Adalah Mobilitas Yang Fleksibel

Salah satu faktor yang menghambat produktivitas dan pertumbuhan ekonomi adalah kemacetan. Dengan jumlah penduduk mendekati 650 juta orang, ASEAN menyumbang 8,6 persen dari total populasi dunia, dengan sekitar 12,8 juta kendaraan roda dua dan roda empat baru pada tahun 2017 saja. Pesatnya pertumbuhan, terutama di segmen kendaraan roda dua, menandakan bahwa infrastruktur lalu lintas telah menanggung beban terlalu berat dan seringkali kendaraan pribadi merupakan satu-satunya pilihan moda transportasi.

Pendekatan pragmatis Bosch terhadap mobilitas bebas stres adalah memungkinkan penghuni kota untuk dapat merencanakan perjalanan mereka secara fleksibel–baik dengan kendaraan roda dua maupun roda empat, kereta api, atau bahkan dengan berbagi tumpangan, sehingga transportasi menjadi lebih mudah diakses dan hemat biaya.

Pada bulan Februari lalu, Bosch mengakuisisi perusahaan rintisan angkutan bersama AS, SPLT (Splitting Fares Inc.) dan telah secara resmi memasuki bisnis berbagi tumpangan. Dirancang khusus untuk para komuter, SPLT menggunakan sebuah aplikasi yang menghubungkan orang-orang dalam satu institusi/perusahaan yang memiliki rute ke tempat kerja atau tempat belajar yang sama.

Pada 2016, Bosch memulai debut layanan berbagi e-skuter COUP, yang menawarkan alternatif sederhana untuk transportasi umum, mobil pribadi maupun taksi. Skuter ramah lingkungan yang sudah melaju di jalanan di Berlin dan Paris ini akan hadir juga di kota-kota besar lainnya sepanjang tahun ini, dimulai dengan Madrid. Berkat aplikasi COUP, pengguna tidak lagi kesulitan menemukan dan memesan e-skuter terdekat yang tersedia dan dapat segera berangkat.

Pendekatan fleksibel menggunakan portofolio berbasis konektivitas milik Bosch yang terus berkembang ini akan membantu menyediakan kerangka kerja untuk mobilitas bebas stres di masa depan.

Mobilitas Bebas Kecelakaan Adalah Mobilitas Yang Terotomatisasi

Saat ini, kecelakaan lalu lintas adalah penyebab kematian tertinggi ke-9 di semua kelompok usia dan diperkirakan akan naik ke posisi ke-7 pada 2030. Pada kenyataannya, lebih dari 1,2 juta orang tewas setiap tahunnya di banyak jalan raya di dunia. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan sebanyak 120.000 warga ASEAN tewas di jalan raya setiap tahunnya, namun yang tercatat secara resmi hanya 63.000 orang. Sembilan dari sepuluh kecelakaan fatal di seluruh dunia disebabkan oleh kesalahan manusia. Fitur maupun fungsi pintar pada kendaraan yang dapat mengambil alih tugas dari pengemudi akan membantu mengurangi risiko ini.

Sistem Bantuan Pengemudi

Mobilitas perkotaan sangat kompleks dan disertai dengan berbagai risiko baru. Kelompok yang paling rentan dalam kecelakaan lalu lintas adalah pejalan kaki dan pesepeda. Sistem pintar baru Bosch dilengkapi sensor radar dan kamera video, yang dapat mendeteksi para pengguna jalan tersebut bahkan dalam situasi lalu lintas yang kompleks sekalipun. Sistem tersebut kemudian memperingatkan pengemudi dan jika perlu melakukan intervensi. Hal ini dimungkinan dalam situasi tertentu, melalui serangkaian proses interaksi dari berbagai komponen. Hasil akhirnya adalah penghindaran, atau setidaknya pengurangan jumlah kecelakaan lalu lintas kota. Teknologi pelopor ini bekerja untuk kepentingan semua pengguna jalan–meningkatkan keamanan dan kenyamanan bagi pengemudi serta perlindungan bagi pesepeda dan pejalan kaki.

Keselamatan Adalah Fondasi Dari Pengemudian Otomatis

“Bosch percaya bahwa dampak paling mendasar yang dapat dilakukan industri otomotif adalah memproduksi kendaraan yang lebih aman dan dilengkapi dengan sistem keamanan modern,” kata Hayes.

Pada 1978, Sistem Anti-Lock Braking System (ABS) pertama di dunia diperkenalkan untuk mobil penumpang. Versi untuk kendaraan roda dua –ABS untuk sepeda motor–diperkenalkan pada tahun 1995. ABS memungkinkan pengereman yang aman sehingga pengemudi dapat mempertahankan kontrol kemudi; dan dalam banyak situasi dapat mempersingkat jarak pengereman tanpa selip. Penelitian Bosch memperkirakan bahwa jika setiap kendaraan roda dua dilengkapi ABS, sekitar satu dari empat kecelakaan sepeda motor di negara-negara ASEAN dapat dicegah.

Untuk meningkatkan standar keamanan kendaraan, Electronic Stability Program (ESP®) mulai diproduksi secara massal pada 1995. (ESP®) yang di dalamnya terdapat fungsi ABS serta dapat mendeteksi gerakan selip dan secara aktif menangkalnya. Dengan teknologi ESP®, 80 persen kecelakaan akibat selip dapat dicegah, yang pada akhirnya akan meningkatkan keselamatan pengemudi. ESP® juga merupakan teknologi mendasar bagi banyak sistem bantuan pengemudi dan pengemudian otomatis.

Majelis Umum PBB telah mencanangkan tahun 2011 hingga 2020 sebagai Dekade Aksi untuk Keselamatan Jalan. Di seluruh negara ASEAN, Bosch telah secara aktif mendukung sebuah perubahan melalui kerjasama dengan pemerintah, universitas dan organisasi non-pemerintah, dengan tujuan mengurangi angka kecelakaan lalu lintas. Salah satu cara efektif untuk mencapainya adalah melalui mandat untuk melengkapi semua kendaraan baru dengan ESP®, dimulai dari siklus manufaktur berikutnya. Pada Juni 2018, semua mobil baru di Malaysia akan dilengkapi dengan ESP®. Bosch percaya bahwa negara-negara ASEAN lainnya berkepentingan untuk mengikuti langkah tersebut guna meningkatkan keselamatan di jalan raya secara signifikan.

Bagaimana Menurut Anda

www.autorevindonesia.com 2014-2017