Membongkar Rahasia Suzuki All New Satria F150

DSC_8124Autorevindonesia.com – Ada 4 senjata baru sebagai dasar pengembangan All New Satria F150 yang mengusung tag line ‘Berani Diadu!’ untuk mempertahankan tahta sebagai ‘ayam jago’ dikelas 150cc  yaitu Performa Mesin Terbaik, Elektronik Berteknologi Canggih, Sasis Kuat dan Ringan, serta Dimensi Ramping dan Kompak.

Apakah hanya sekedar menempelkan embel – embel All New untuk mendongkrak penjulan Satria baru ini ataukah benar-benar menggunakan mesin yang benar-benar baru. Jawabanya bisa Anda simpulkan setelah Anda membacanya.

PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) mengajak perwakilan dari media untuk membongkar isi dapur pengolah tenaga All New Satria F150. Kesempatan langka ini merupakan tindak lanjut dari PT SIS menjawab berbagai pertanyaan rahasia racikan perfoma ‘ayam jago’ terbaru Suzuki yang memiliki performa mumpuni.

Endro Nugroho, Deputy of Managing Director 2W PT SIS memaparkan bahwa tujuan dari kegiatan bedah mesin All New Satria F150 ini akan menjadi jawaban dari sekian banyak pertanyaan yang rekan-rekan bisa sampaikan kepada masyarakat melalui media.

“Kami persilahkan untuk mendapatkan informasi sebanyak-banyaknya yang perlu diketahui tanpa kami tutup-tutupi. Semuanya terbuka,” ujar Endro. Beliau menegaskan kegiatan seperti ini akan rutin diadakan setiap ada produk baru Suzuki yang diluncurkan.

Kegiatan yang diselenggarakan di Sales 2W Head Office Pulo Gadung, Jakarta Timur, (26/02)  menghadirkan Josep A Antoni, Asistent Manager Service 2W Section Service & Spare Part Departement yang memaparkan serangkaian inovasi dan keunggulan produk terbaru Suzuki.

“Silahkan anda simpulkan sendiri apakah inovasi yang diterapkan Suzuki pada New Satria F150 benar-benar baru atau bukan,” ucap Josep memulai presentasi membongkar 4 senjata terbaru yang dibenamkan Suzuki All New Satria F150.

Performa Mesin Terbaik

Suzuki membawa warisan legenda mesin DNA balap keluarga GSX-R. All New Satria F150 menggunakan mesin 4 tak satu silinder, berpendingin cairan, real DOHC , hyperunderbone 150cc full injeksi. Legenda GSX-R  750 menggunakan mesin empat tak 4 silinder, berpendingin cairan, DOHC, 750cc full injeksi. “Dari perbandingan diatas untuk setiap 1 liter GSX-R 750 menghasilkan tenaga 140PS, sedangkan All New Satria F150 menghasilkan tenaga 123,3 PS/ liter,” terang Yosep.

Untuk segmen bebek 150 pasar domestik dibandingkan dengan All New Honda Sonic dan Yamaha MX King dan Suzuki Satria F150 karburator dari data bisa dilihat perbandingan tenaga yang dihasilkan. Satria F150 karburator menghasilkan tenaga maksimal 15,9 PS/ 9.500 rpm, Yamaha MX King menghasilkan tenaga maksimal 15,4 PS/ 8.500rpm, Honda Sonic 16PS/9.000rpm. All New Satria FI menghasilkan 18,2PS/10.000rpm.

DSC_7144

Rancangan baru mesin 150cc  dengan inovasi injeksi DOHC 4 valve twin cam membuat New Satria memiliki akselerasi dan kecepatan yang maksimal. Berikut beberapa bagian yang disempurnakan.

Piston Lebih Ringan

Kubikasi mesin Satria baru masih sama dengan generasi ‘model karbu’  147,3 cc memiliki perbandingan dimeter silinder x langkah piston 62 x 48,8 mm. Namun kompresi yang dihasilkan meningkat menjadi 11,5 : 1 dibandingkan model Satria lama yang hanya 10,2:1.

Desain piston sekarang memiliki ceruk untuk klep lebih lebar, sedangkan ukuran tingginya dari semula 45 mm dipangkas menjadi 39 mmm. Diameter pin piston dari semula 16mm menjadi 15 mmm. Ring piston sekarang lebih tipis dengan ketebalan 0,8mm. Sedangkan Satria lama ketebalannya mendekati 1mm.

DSC_8228

“Berat piston menjadi berkurang sekitar 16% jika dibandingkan Satria F150 sebelumnya,” jelas Yosep. Keuntungannya adalah membuat piston lebih ringan  saat bekerja sehingga menguragi kerugian mekanis didalam ruang bakar.

Disisi lain meningkatnya nilai kompresi memberikan keuntungan menaikkan power dan meningkatkan torsi diputaran rendah sampai atas serta efisiensi bahan bakar diruang bakar.

Blok Silinder Berteknologi SCEM

Blok silinder menerapkan teknologi Suzuki Composite Elektrochemical Material (SCEM) yang memiliki keistimewaan tanpa sleeve (liner lapisan dalam), suhu permukaan silinder menjadi lebih rendah, nilai muai  dan kebisingan suara (noise) yang rendah dan interval perawatan / penggantian menjadi lebih lama (panjang).

Keuntungan menggunakan SCEM adalah membuat mesin melepas panas secara efisien untuk membantu suhu kerja tetap optimal.Kekurangannya adalah silinder blok tidak bisa di oversize.

DSC_8345

Pada blok silinder baru ini dilengkapi dengan water jacket sebagai media pendingin yang terintegrasi dengan sistem kerja radiator sehingga dalam keadaan jalanan macet proses pendinginan tetap sempurna.

Terdapat sensor ECTS (engine coolant temperature sensor) yang memberikan sinyal kepada ECM untuk mengkatifkan kipas pendingin pada radiator.

Real DOHC (Double Overhead Camshaft)

Sistem DOHC yang digunakan pada generasi baru Satria disebut Direct Acting Valve Drive Mechanism. “Camsaft langsung menyentuh atau menekan klep tanpa ada komponen lain seperti finger shaft. Ini yang kami sebut dengan real DOHC,” terang Yosep.

Keuntungan dari sistem ‘real DOHC’ adalah dapat membuat mesin berputar tinggi yang memberikan sensasi performa dan efisiensi tinggi.

DSC_8282

Desain baru camshaft ‘Satria Baru’ memiliki ketinggian cam  IN menjadi  32, 20 mm dari model sebelumnya yang memiliki ketinggian 32,0 mm. Untuk ketinggian tonjolan katup buang menjadi 34,45mm, untuk model sebelumnya 34,20mm.

Selain ubahan ketinggian noken as, rancangan camshaft holder diperbarui dengan adanya jalur oli dari pompa oli (oil pump) menuju camshaft untuk memberikan pelumasan maksimal.

Cam Chain Baru Tidak Berisik dan Lebih Kuat

Ubahan pada poros bubungan (camshaft) juga diikuti dengan penggunaan model baru rantai keteng (cam chain) model silent type cam chain. Suara menjadi lebih halus dengan model baru yang dirancang untuk mengurangi kebisingan suara dengan model 4-3 seperti yang digunakan pada Suzuki Shogun 110.

Tipe ranti keteng ini memiliki keunggulan lebih kuat dan tidak berisik dibandingkan model 3-2 yang diterapkan pada ‘Satria karbu’.

DSC_8272

Satu paket dengan rantai keteng, bentuk setelannya (tensioner adjuster)  sudah menganut model ratchet, sedangkan yang dipasang pada Satria F150 masih menggunakan model konvensional. Model baru setelan tensioner rantai keteng ini lebih kuat menekan rantai, bisa diatur tekanannya dengan membuka dan mengunci penahan gigi ratchet.

DSC_8273

Klep Lebih Besar

Desain baru cylinder head All New Satria F150  yang menjadi rumah katup (valve) terlihat lebih komplek dengan penerapan pendingin radiator. Ukuran garis tengah klep juga mengalami perubahan, untuk klep masuk menjadi 24 mm dari semula 22mm. Sedangkan klep buang sekarang menerapkan ukuran 21 mm dari semula 19mm yang diterapkan pada ‘FU karbu’. Masing –masing menjadi  lebih besar 2mm.

Ukuran batang klep memiliki ukuran sama, 4,5 mm, sedangkan panjangnya berbeda. Panjang batang katup masuk 82,46 mm dan katup keluar 83,44mm.  Per baru Satria memiliki panjang 43mm, pada Satria lama ukurannya adalah 38,4mm.

Sudut keringan klep juga dibenahi. Jika pada Satria lama mempunyai sudut kemiringan sam 20 derajat, pada Satria baru sudut kemiringan klep masuk sebesar 16 derajat dan klep keluar 17 derajat.

Penggunaan klep lebih besar dan perubahan pada sudut kemiringan untuk meningkatkan efisiensi volumetric diruang bakar yang bertujuan mengoptimalkan pencampuran bahan bakar yang lebih baik didalam silinder.

Pembenahan pada sektor katup juga dibarengi dengan perbaikan pada saluran lubang intake sehingga memberikan keuntungan untuk mengoptimalkan aliran udara di katup masuk dan katup keluar serta meningkatkan output.

“Desain katup baru ini dapat menimbulkan efek tumble dalam pencampuran bahan bakar dan udara sehingga pembakaran menjadi lebih sempurna dan efisien,” Yosep memaparkan. Beliau menambahkan , penggunaan per yang lebih panjang bertujuan untuk mengurangi valve bounching dan surging pada rpm tinggi.

Terkait dengan penempatan busi pada posisi tengah ruang bakar menurut Yosep bahwa posisi busi ditengah membuat pembakaran diruang bakar merata dan sempurna.

Crankshaft Lebih Kecil dan Ringan

Bentuk crankshaft alias kruk as memiliki dimensi lebih kecil dari model sebelumnya sehingga dimensinya juga berubah. Ukuran crankshaft FU250 Injeksi memiliki diameter web (bandul) 103mm, web to web 52mm, lebar web 19 mm dan big end 30 mm. Pada atria lama memiliki ukuran dimeter web 110mm, web to web 52mm, lebar web 20mm dan big end 30mm.

DSC_8304

Secara kasat mata, bentuk baru kruk as tidak lagi bulat seperti pada FU lama, terdapat coakan atau bentuknya seperti baling-baling kipas. Ada pula yang menyebutnya dengan bandul model Y. “Keuntunganya adalah dengan bobot yang lebih ringan untuk menghasilkan gesekan yang minim sekaligus mengurangi kerugian mekanis yang berujung pada irit bahan bakar,” papar Yosep.

DSC_8309

Keuntungan dari kruk as model tirus ini menjadikan untuk membuat daya inersia pada langkah  piston menjadi lebih baik dimana pada saat piston berada di posisi TMA menjadi lebih singkat dibandingkan menggunakan kruk as model konvensional. Ukuran engine balancer Satria FU150 FI adalah 44:44 sementara FU150 karbu adalah 49:49.

Desain Baru Crankcase

Rancangan baru pada crankcase untuk mengurangi gejala pumping lost dengan adanya sistem pernafasan mesin (engine breathing system) pada bagian bawah piston sehingga diding crankcase memiliki lubang.

DSC_8357

Ubahan ini juga berfungsi untuk meningkatkan performa mesin menjadi lebih baik dan konsumsi bahan bakar menjadi lebih hemat. Sistem pernafasan pada bagian bawah piston turut memberikan piston lebih ringan melakoni siklus kerjanya.

Knalpot

Selain untuk memenuhi peraturan EURO3 , rancangan baru pada pipa knalpot menggunakan pipa lebih besar, dari semula berdiameter 25,4mm sekarang meningkat menjadi 31,8mm. Meningkatkan ouput power dan respon pada rpm rendah hingga atas.

DSC_8237

Kopling

Meskipun kampas kopling bisa saling substitusi, model baru kampas kopling ini memiliki desain berbeda. Lebih kecil dan jarang, membuat distribusi perpindahan gigi trasmisi lebih lembut. Masih menganut model per kopling lima buah, namun desain rumah kopling Satria batu berbeda dengan yang lama.

DSC_8342

Perubahan juga terdapat pada stud kopling dengan ukuran lebih besar menjadikan lebih kuat menekan  kopling namun enteng ditarik dan resposif. Desain cover clutch menjadi satu dengan water pump.

Transmisi

Sama seperti pendahulunya yang menggunakan 6 percepatan, , Satria baru menerapkan perubahan pada  sistem gigi transmisi guna meningkatkan akselerasi dan torsi.

Ukuran rasio gigi reduksi primer(primary reduction ratio) Satria injeksi adalah 69/21 = 3, 285. Satria lama  adalah 70/20 = 3,500. Rasio gigi akhir (final reduction ratio) Satria baru adalah 38/14 = 2,714. Satria lama 43/14=3,071.

Untuk ukuran  rasio masing-masing gigi percepatan Satria baru pada gigi1 : 38/13 = 2,923, ( Satria lama 33/12=2,750), gigi 2 : 29/15 = 1,923 ( Satria lama 25/14=1,785),  gigi 3 : 31/21=1,476,(Satria lama 26/19= 1,368), gigi 4 : 28/23=1,217, ( Satria lama 23/21=1,095), gigi5: 23/22=1,045 (Satria lama 21/23=0,913) dan gigi6 : 25/27 =0,925 (Satria lama 20/25=0,800).

DSC_8353

Perubahan primary reduction ratio dan final reduction ratio sehingga total rasio pada gigi ke-6  adalah TR = primary reduction x gear ratio 6 x final reduction (TR =3,285 x 0,925 x 2,714 = 8,247).  Dari sini kita bisa mengetahui seberapa banyak roda belakang berputar pada rpm tertentu pada gigi percepatan ke-6 dengan rumus Rpm/TR.

Inovasi baru pada komponen gearshifting yang pada bagian kopling untuk memudahkan perpindahan gigi menjadi lebih mudah.

DSC_8324

Elektronik Berteknologi  Canggih

Engine  Control Module (ECM) yang merupakan otak dari Satria injeksi untuk menerima sinyal dari sensor dan melakukan pengolahan sinyal dari sensor untuk mengirimkan sinyal perintah suplai bahan bakar dan menentukan waktu pengapian.

Cara kerja ECM ini adalah memonitor dan menganalisa sinyal yang diterima dari berbagai sensor kemudian akan meneruskan perintah ke komponen aktuator.

DSC_8285

ECM bikinan Denso memiliki jumlah 36 pin dengan program terbaru untuk mengoptimalkan tenaga mesin dan konsumsi bahan bakar yang lebih ekonomis. ECM membaca 8 sensor dan 3 aktuator. Sensor tersebut  yaitu TPS, IAPS, IATS, ECST, CPS, O2 Sensor, Tip Over Sensor dan Speed Sensor. 3 aktuator yang dibaca adalah ignition coil, fuel pump (pompa bahan bakar) dan injektor.

Sensor  

IAPS (Intake Air Pressure Sensor) untuk mendeteksi perubahan tekanan udara didalam intake manifold. IATS (Intake Air Temperature Sensor) untuk mendeteksi suhu udara yang masuk kedalam intake manifold. TPS (Trottle Posistion Sensor) untuk mendeteksi sudut bukaan katup throttle.

DSC_8245

O2 sensor buatan Denso ini bertugas membaca sisa hasil pembakaran di saluran exhaust dan untuk menekan emsi gas buang sehingga lebih ramah lingkungan. Melalui sensor O2 yang mendeteksi dari sisa hasil pembakaran memberikan informasi ke ECU untuk memberikan perintah ke injektor.

ECTS (Engine Coolant Temperature Sensor) bertugas mendeteksi temperatur silinder. Sensor tipe thermistor (hambatan yang berubah menurut perubahan suhu) mengirimkan sinyal ke ECM sebagai nilai tegangan. Sinyal ini digunakan untuk memberikan kompensasi durasi waktu injeksi bahan bakar. Sensor ECTS juga berfungsi untuk mendeteksi panas yang berlebihan.

CPS (Crank Shaft  Posistion Sensor) sebagai sensor utama untuk menentukan ignition timing (waktu pengapian) dan Rpm mesin. TIP Over sensor untuk mendeteksi kemiringan sepeda motor hingga maksimal 65derajat, selanjutnya ECM mematikan kerja mesin dengan memutus kerja inginition coil, fuel pump dan injektor. Speed Sensor untuk memberikan informasi kecepatan pada speedo meter.

Stator dan Rotor

Desain baru stator coil untuk mengurangi kerugian mekanis terhadap rotor dan menghasilkan kelistrian yang baik. Pada Satria baru meskipun sama-sama menerapkan 1 fase seperti pada Satria karbu, jumlah kutub-nya menjadi 12 buah dari sebelumnya 8.   Jika Satria karbu jumlah pitch pick-up hanya satu buah, pada Satria Injeksi terdapat sebelas pitch pick-up.

DSC_8296

Sistem injeksi

Pada komponen sistem injeksi, Satria 150FI  menggunakan trottle body buatan Mikuni memiliki ukuran valve 32mm terintegrasi dengan sensor unit sehingga memudahkan untuk perawatan. Unit  sensor yang terdapat pada throttle body meliputi IAPS (intake air pressure sensor), IATS (intake air temperature sensor) , O2 sensor dan TPS (throttle position sensor).

DSC_8365

Injektor  model solenoid valve yang terdiri dari needle valve, solenoid coil, solenoid spring dan filter memiliki empat lubang penyemprot mengadopsi teknologi moge Suzuki untuk meyemprotkan bahan bakar menggunakan model semprotan ganda (twin spray) dimana pada setiap 2 lubangnya arah penyemprotannya di arahkan pada katup masuk dengan tekanan 294kpa secara terus menerus dari putaran mesin stasioner hingga putaran maksimum.

DSC_8249

Model rumah filter udara  baru dengan kapasitas 24% lebih besar untuk meningkatkan efisiensi volumetrik diruang bakar sehingga pencampuran bahan bakar yang lebih baik didalam silinder menjadi lebih optimal. Pompa bahan bakar menggunakan tekanan 294 kPa untuk menyalurkan bahan bakar menuju injektor.

Radiator dan Extra Fan

Sistem komponen pendingin Satria injeksi menggunakan radiator. Memiliki kapasitas cairan  sekitar 1liter dengan reservoir sebanyak 250cc. Terdapat 26 kisi-kisi pendinginan dilengkapi dengan kipas yang akan berputar saat temperatur mencapai 105 derajat celcius dan akan berhenti setelah suhu cairan pendingin mencapai 100 derajat celcius.

DSC_8326

Sasis Kuat dan Ringan

Terdapat perbedaan bentuk rangka Suzuki All New Satria F150 berbeda dengan Satria lama, desain baru dengan nama Suzuki Advanced Twin Spar Frame dimana main tube A diubah menjadi bentuk kotak dari model sebelumnya dari model pipa.

User comments

Down tube B ditambahkan untuk mensuport desain baru mesin dan seat rail C dirancang ulang untuk meningkatkan rigiditas (kekakuan) dan balance (keseimbangan) layaknya GSX-R.

“Suzuki sampai saat ini masih menganut model sasis berbentuk kotak karena berkeyakinan bahwa bobotnya ringan dan kekuatannya masih lebih baik dibandingkan dengan model pipa,” ungkap Yosep.

Dimensi Ramping dan Kompak

Rancangan baru All New Satria F150 mempunyai dimensi lebih panjang  dan lebar secara keseluruhan dari Satria Karbu. Sementara tinggi keseluruhan masih sama. Tampilan lampu depan dengan sumber cahaya dari LED terlihat lebih fresh. Panel meter sudah full digital dengan beragam fitur multi fungsi bersanding dengan fitur kunci pengaman.

Terdapat kompartemen untuk menunjang aktifitas harian. Lampu belakang dilengkapi dengan penerangan untuk plat nomor. Spakbor belakang terdapat sirip pelindung cipratan air yang bisa dilepas.

DSC_8317

Bagaimana Menurut Anda

www.autorevindonesia.com 2014-2017