Kapasitas Mesin Mobil Pilihan Pengendara Indonesia dan Dunia  

bugattiAutorev-Sebagaimana kita ketahui, mesin merupakan komponen vital dari sebuah mobil. Bagaimana pentingnya jantung bagi tubuh kita, seperti itulah vitalnya mesin bagi sebuah kendaraan. Tapi apa itu berarti semakin besar kapasitas mesin berarti ‘jantung’ nya sebuah kendaraan menjadi lebih sehat?

Dari data, Carmudi menganalisa yang didapatkan dari lebih dari 13 juta kunjungan ke situs Carmudi dalam 3 bulan terakhir dan menemukan bahwa pengendara mobil di Timur Tengah lebih menyukai mesin-mesin berkapasitas besar (hingga 4.6L di Qatar).

Mesin berkapasitas menengah mendominasi jalanan di Afrika dan Amerika Latin (hingga 2.8L di Ghana). Sedangkan di Asia, mesin dengan kapasitas kecil lebih populer di kalangan masyarakat (1.3L di Sri Lanka).

Mayoritas pengendara mobil di Afrika lebih memilih untuk memiliki mobil dengan mesin berkapasitas menengah karena dianggap lebih ekonomis. Data menunjukkan bahwa mesin berkapasitas 2.8L merupakan mesin yang paling umum dimiliki di Ghana, dimana mobil-mobil tipe SUV seperti Mitsubishi Pajero, Toyota Hilux, dan Ford Ranger mendominasi jalanan negara tersebut.

Informasi menarik bahwa sebagian besar mobil di Afrika saat ini merupakan mobil berusia 10 tahun atau lebih dengan kapasitas mesin yang besar. Seiring berkembangnya teknologi mesin mobil dalam dekade terakhir, mobil-mobil keluaran baru berkapasitas mesin kecil dirasakan lebih bertenaga dibandingkan mobil-mobil tua dengan mesin berkapasitas besar.

Mobil-mobil baru dengan mesin berkapasitas kecil ini cukup banyak ditemui di berbagai showroom dan diprediksi pada tahun 2020, dengan didampingi pertumbuhan ekonomi yang menguat, kita akan melihat lebih banyak mobil-mobil baru berseliweran di jalanan Afrika.

Di Timur Tengah, mayoritas masyarakat merupakan pecinta mobil tipe SUV dan tren ini nampaknya akan terus berlanjut di masa datang. Harga bahan bakar minyak yang sangat murah membuat bahan bakar tidak lagi menjadi masalah bagi pemilik mobil SUV. Di Qatar, dimana harga bahan bakar minyak hanya US$ 0,26 atau Rp 3.460, mobil yang paling banyak terjual adalah Toyota Land Cruiser 4.6L.

Dalam 3 bulan terakhir 65% pencarian mobil di Uni Emirat Arab, dimana harga bahan bakar minyak US$0.47 atau senilai Rp 6.254, didominasi mobil-mobil dengan mesin berkapasitas besar, minimal dengan mesin berkapasitas 4.0L atau lebih.

Di Asia, mobil-mobil dengan kapasitas mesin besar kurang digemari; rata-rata kapasitas mesin mobil yang mengaspal di jalanan Asia adalah 1.7L. Pencarian terbanyak mobil di Indonesia adalah Honda Jazz, mobil dengan kapasitas mesin yang kecil, sedangkan di Bangladesh mobil yang banyak dicari adalah Toyota Allion 1.8L.

Tren serupa juga terlihat di Sri Lanka, dalam 3 bulan terakhir hanya 18% pembeli mobil yang mencari mobil-mobil berkapasitas mesin besar. Tingginya harga bahan bakar minyak di Asia dibandingkan daerah seperti Timur Tengah dan Amerika Latin mungkin menjadi alasan dibalik fenomena ini.

Apakah situasi jalanan berbeda di negara-negara berkembang? Di Amerika Serikat, pengendara mobil menyukai mobil-mobil berkapasitas mesin besar. Hal yang menarik adalah, pemilik mobil di Amerika memiliki selera yang berbeda dibandingkan masyakarat di Eropa pada umumnya.

Di Eropa, mobil hybrid sudah mulai populer terutama di Norwegia, Belanda, Islandia, Estonia, dan Swedia. Negara-negara Eropa tersebut mencatat penjualan mobil electric terbanyak di tahun 2014.

Jadi, apakah tren mesin mobil ini akan bertahan di negara-negara diatas? Carmudi memprediksi dalam satu dekade ke depan, pengendara mobil di Timur Tengah akan konsisten dengan tren mobil berkapasitas mesin besar yang boros bahan bakar.

Sedangkan di Afrika, pengemudi akan beralih ke mobil-mobil baru yang lebih compact, efisien dan bertenaga. Sedangkan di Asia, mobil hybrid akan memimpin penjualan mobil.

Sumber : carmudi

Foto : Bugatti

Bagaimana Menurut Anda

www.autorevindonesia.com 2014-2017